Sumsel

Mengenal Apa Itu Cloudfare yang Tumbangkan Jutaan Situs Dunia Saat Down

St Shofia Munawaroh | 19 November 2025, 17:18 WIB
Mengenal Apa Itu Cloudfare yang Tumbangkan Jutaan Situs Dunia Saat Down

 

AKURAT. CO SUMSEL - Istilah Cloudfare menduduki posisi teratas jajaran trending topik mesin pencarian Google sore ini.

Apa itu Cloudfare? Cloudfare merupakan perusahaan infrastruktur internet yang menyediakan jaringan global untuk mengirimkan konten dengan cepat, aman, dan stabil.

Jaringan ini bekerja sebagai reverse proxy untuk menghubungkan website dengan pengunjung secara lebih efisien.

Baca Juga: Hanya Gara-gara Meja Jualan dan Batu Ganjal, IRT di Palembang Dianiaya Tetangga Sendiri

Sejarah Cloudfare

Awalnyaa Cloudfare populer sebagai CDN (content delivery network) dan proteksi DDoS, kini Cloudflare berkembang menjadi platform “network-as-a-service” yang menghadirkan berbagai solusi, mulai dari serverless edge computing (Cloudflare Workers), DNS publik (1.1.1.1), penyimpanan objek (R2), hingga sistem keamanan Zero Trust.

Perusahaan ini didirikan pada 2009 oleh Matthew Prince, Lee Holloway, dan Michelle Zatlyn, yang awalnya ingin memperbaiki kecepatan sekaligus keamanan website.

Baca Juga: Wartawan Didorong dan Diancam Saat Liput Koruptor, Laporan Polisi Dilayangkan

Seiring waktu, Cloudflare mulai tumbuh menjadi salah satu jaringan edge terbesar di dunia dengan ratusan data center yang tersebar secara global dan menangani puluhan juta request per detik.

Jenis-jenis Layanan Cloudfare

Cloudflare CDN & Caching

Cloudflare menyimpan salinan (mirror) konten statis di setiap data center.

Ketika ada pengunjung dari lokasi yang jauh dari server utama, mereka tetap dapat mengakses situs dengan cepat karena konten diambil dari edge terdekat.

Baca Juga: Spesialis Raja Curanmor 10 TKP Palembang Diringkus Polisi

Firewall & DDoS Mitigation

Cloudflare menawarkan Web Application Firewall (WAF) serta perlindungan otomatis dari serangan DDoS.

Fitur firewall juga memungkinkan pemilik website memblokir IP dari negara tertentu.

Baca Juga: 42 Negara Siap Melenggang ke Piala Dunia 2026, Tersisa 6 Tiket Lagi

DNS Publik (1.1.1.1)

Salah satu DNS tercepat dan paling fokus privasi di dunia, digunakan oleh jutaan pengguna.

Cloudflare Workers

Platform serverless yang menjalankan JavaScript/Wasmtime langsung di edge.

Baca Juga: Gubernur Herman Deru Ubah Total Pola Distribusi, SPBU Pusat Kota Wajib Jualan Tengah Malam

Cocok untuk membuat API ringan, memproses request, dan menjalankan logika aplikasi tanpa server.

Zero Trust / SASE (Cloudflare One)

Solusi keamanan modern yang mencakup Secure Web Gateway, Zero Trust Network Access, dan kontrol keamanan terpadu untuk jalur akses internal perusahaan.

Baca Juga: Vivo X300 Series Segera Hadir di Indonesia, Bocoran Harga Mulai Rp 13 Jutaan

R2 Object Storage

Alternatif penyimpanan objek tanpa biaya egress, fokus pada efisiensi biaya developer.

Railgun

Fitur yang dirancang untuk mempercepat koneksi ke server asal hingga 300%. Fitur ini hanya tersedia untuk pengguna paket berbayar.

Baca Juga: Kiper Muda Bandung Jadi Korban TPPO di Kamboja, Keluarga Minta Pemerintah Segera Bertindak

Analytics

Memberikan data mengenai request, visitor unik, hingga bandwidth yang digunakan dalam 24 jam terakhir.

Kegunaann Cloudfare

Secara praktis, Cloudflare membantu pemilik website dalam banyak hal, diantaranya:

Baca Juga: Info Harga Emas Perhiasan Palembang Rabu 19 November 2025, Naik Tipis Tidak Signifikan

1. Mengoptimalkan kecepatan website melalui caching dan routing cerdas.

2. Mengurangi beban server karena konten statis ditangani di edge.

3. Melindungi website dari ancaman DDoS dan traffic berbahaya.

Baca Juga: Typhoon Family Pecah Rekor Jelang Tamat, Drama tvN Ini Kuasai Rating Nasional

4. Memperbaiki stabilitas website karena Cloudflare dapat menahan cache ketika server sedang down.

5. Mengawasi dan menganalisis traffic melalui dashboard analitik bawaan.

6. Menyembunyikan IP server agar sulit diserang hacker.

Baca Juga: Diduga Alami KDRT Berulang, IRT Sukarami Akhirnya Berani Laporkan Suami ke Polisi

7. Memberikan DNS record management yang mudah dan cepat.

Kelebihan Cloudflare

1. Akses lebih cepat karena konten disajikan dari server terdekat berkat sistem mirroring dan caching.

Baca Juga: 4 Cara Memahami Anak Usia 2 Tahun, Orang Tua Wajib Tahu untuk Cegah Tantrum Berulang

2. Perlindungan DDoS kelas dunia, hingga serangan berskala besar sekalipun.

3. Firewall yang dapat memblokir IP atau asal negara tertentu, meningkatkan keamanan.

4. Menyembunyikan alamat IP server, sehingga serangan langsung ke server lebih sulit dilakukan.

Baca Juga: 5 Warna Cat Rumah yang Bikin Suasana Makin Syahdu, Nomor 3 Paling Banyak Dipilih Keluarga Muda

5. Stabil ketika server asal down, karena Cloudflare dapat menampilkan versi cache dari website.

6. Menghemat bandwidth hosting, sehingga cocok untuk hosting dengan batas penggunaan tertentu.

Kekurangan Cloudflare

Baca Juga: 5 Tanaman Segar untuk Percantik Halaman Depan Rumah, Mudah Dirawat dan Tahan Cuaca

1.Jika Cloudflare bermasalah, website bisa tidak dapat diakses meskipun hosting normal.

2. Mode “I’m Under Attack” dapat membuat crawler mesin pencari terblokir sementara, sehingga SEO bisa terdampak jika tidak dikonfigurasi dengan tepat.

3. Beberapa fitur canggih seperti Railgun, Argo Routing, atau WAF tingkat lanjut hanya tersedia pada paket berbayar.

4. Outage Cloudflare dapat memengaruhi banyak situs sekaligus karena sifatnya yang sangat terpusat.(*) 

Bagikan:
  • Share to WhatsApp
  • Share to X (Twitter)
  • Share to Facebook

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.