Kiper Muda Bandung Jadi Korban TPPO di Kamboja, Keluarga Minta Pemerintah Segera Bertindak

AKURAT.CO SUMSEL Seorang kiper muda asal Bandung, Jawa Barat, Rizki Nur Fadhilah (18), dilaporkan menjadi korban Tindak Pidana Perdagangan Orang (TPPO) setelah dibawa ke Kamboja dengan modus tawaran kontrak sepak bola. Kasus ini memicu perhatian publik dan pemerintah daerah.
Rizki awalnya menerima ajakan dari seseorang yang mengaku manajer klub sepak bola asal Medan, Sumatra Utara.
Ia dijanjikan kontrak bermain selama satu tahun di sebuah sekolah sepak bola (SSB). Namun perjalanan yang seharusnya menuju Medan justru membawa remaja itu keluar negeri tanpa sepengetahuan keluarga.
Menurut penjelasan ayahnya, Dedi Solehudin (42), Rizki dijemput menggunakan travel menuju Jakarta. Dari ibu kota, ia malah diterbangkan ke Malaysia sebelum dibawa ke Kamboja.
Setibanya di negara tersebut, Rizki dipaksa bekerja mengangkat galon dari lantai satu hingga lantai sepuluh.
Baca Juga: Typhoon Family Pecah Rekor Jelang Tamat, Drama tvN Ini Kuasai Rating Nasional
Ia juga mengalami kekerasan fisik. Keluarga menerima foto-foto yang menunjukkan tubuh Rizki penuh luka. Dalam pesan yang dikirim ke rumah, Rizki mengaku disiksa jika tidak memenuhi target mencari 20 kontak calon korban untuk ditipu.
“Dia bekerja dari pagi sampai tengah malam. Bahkan sering lebih. Kalau target tidak terpenuhi, dia dipukul hingga ratusan kali,” ujar sang ayah.
Keluarga yang tinggal di Babakan Cilisung, Dayeuhkolot, Bandung, telah melaporkan kasus ini dan berharap pemerintah segera memulangkan Rizki ke Indonesia.
Kasus tersebut turut mendapat perhatian Gubernur Jawa Barat, Dedi Mulyadi. Ia menyatakan akan menindaklanjuti laporan ini dan menegaskan masih banyak kasus serupa di wilayahnya. Pemerintah provinsi, kata dia, terus berupaya memulangkan korban TPPO yang disekap di luar negeri.
Ia juga mempertimbangkan pengetatan aturan keberangkatan warga Jabar ke negara-negara berisiko tinggi.
“Kalau perlu akan ada pergub untuk membatasi keberangkatan ke negara yang tingkat eksploitasi warganya tinggi,” ujarnya.
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.
Berita Terkait
Berita Terkini


Terpopuler
- 1Sumsel Bakal Dilanda Hujan Deras Sepanjang Hari Besok, Masyarakat Diimbau Waspada Cuaca Ekstrem
- 2Penyaluran Bansos Tahap 4 Oktober 2026 Berakhir Besok, Ini Tanda Bantuan Cair dan Masuk Rekening
- 3Samsung Galaxy A08 Resmi Meluncur di India, Ini Spesifikasi dan Harganya
- 4Lantik 23 Pejabat Pemkot Palembang, Ratu Dewa Tekankan Kinerja dan Pelayanan Publik
- 5Pendaftaran KIP Kuliah 2026 Ditutup 31 Oktober, Ini Syarat dan Cara Daftarnya
- 6Harga Emas Perhiasan Palembang Hari Ini Masih Stagnan, Saatnya Beli?
- 7Ramalan Zodiak Hari Ini 31 Oktober 2026, Bagaimana Nasib Asmara dan Keuanganmu?
- 8Ramalan Zodiak Leo Hari Ini Jumat 30 Oktober 2026, Percintaan hingga Karier Jadi Sorotan
- 9Lindungi Warga dari Asap Karhutla, Puskesmas di Sumsel Diminta Buka 24 Jam
- 105.303 Jemaah Haji Debarkasi Palembang Sudah Kembali, Empat Kloter Masih Ditunggu





