Kapolrestabes Palembang: Kami Sudah Periksa Lima Saksi Kasus Kematian Siswi SMP

AKURAT.CO SUMSEL Kapolrestabes Palembang Kombes Pol Harryo Sugihhartono buka suara terkait penemuan mayat seorang remaja perempuan berinisial AA (14) di depan TPU Kerikil, Palembang, pada Minggu (1/9/2024) sekitar pukul 16.00 WIB.
Hingga kini, pihak kepolisian masih berupaya mengumpulkan informasi dari para saksi yang berada di lokasi kejadian.
"Saya telah cek lokasi dan melakukan olah tempat kejadian perkara (TKP). Saat ini, mita terus menyempurnakan dokumennya," katanya, Senin (2/9/2024).
Ia mengungkapkan bahwa penyidik telah memeriksa lima orang saksi yang diduga mengetahui kronologi kejadian. Menurutnya, olah tempat kejadian perkara (TKP) telah dilakukan, dan penyidik masih mengumpulkan berkas untuk memperkuat bukti-bukti.
"Kami sudah memeriksa lima saksi. Namun, untuk mengerucut pada pelaku, kami belum bisa memastikan karena penyelidikan masih terus berjalan," katanya.
Sebelumnya, Tim Forensik RS Bhayangkara Moh Hasan Palembang menemukan adanya indikasi kekurangan oksigen dan juga indikasi kekerasan benda tumpul.
Dokter Forensik RS Bhayangkara, dr. Indra Nasution, menyebutkan bahwa berdasarkan hasil pemeriksaan luar adanya hal yang tidak wajar pada kematian korban.
Baca Juga: Hasil Otopsi: Siswa SMP yang Tewas di Kuburan Cina Kehabisan Napas dan Alami Luka di Leher
“Ya kita jumpai adanya kekurangan oksigen, melihat kondisnya dari wajahnya, bibir, tangannya itu menandakan ia kekurangan oksigen berat, nah itu pada pemeriksaan luar,” ungkap dr Indra Nasution, Senin (2/9/2024).
Kemudian pada pemeriksaan lebih lanjut, ditemukan kekerasan benda tumpul di bagian leher korban, yang mengarah kepada kemungkinan adanya cekikan.
"Menurut pemeriksaan dalam, ada kekerasan pada leher dan kemungkinan cekikan," tambahnya.
Saat disinggung dugaan adanya kekerasan seksual, dr Indra Nasution mengatakan bahwa hal tersebut masih didalami dan menunggu hasilnya.
"Kita tidak tahu indikasi atau kekerasan yang terjadi pada tubuh korban, dan penyelidikan terus berlanjut mengenai masalah ini. Namun, satu hal yang pasti adalah bahwa korban meninggal secara tidak wajar dan bukan karena penyakit," tegasnya.
Selain itu, hasil pemeriksaan juga menemukan memar di rahang kanan, lidah yang terjulur, dan kuku yang patah. Korban diperkirakan meninggal kurang dari enam jam sebelum pemeriksaan dilakukan. (Deny Wahyudi)
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.
Berita Terkait
Berita Terkini
Terpopuler
- 1Klasemen Sementara Asian Games 2026: Indonesia di Urutan 14 Raih 27 Medali
- 2iPhone 18 Pro Max vs Xiaomi 18 Pro Max, Adu Spek Flagship 2026: Kamera 200MP hingga Baterai 8.500 mAh
- 3Penyaluran Bansos Tahap 3 September 2026 Berakhir Minggu Depan, Cek Tanda Bantuan Siap Cair
- 415 Daerah di Sumsel Berpotensi Hujan Besok Siang, Cek Daftar Wilayahnya
- 5Ciri-ciri Bansos PKH BPNT September 2026 Cair dan Masuk Rekening
- 6Jadwal Timnas Indonesia Vs Malaysia di FIFA ASEAN Cup 2026, Tayang Jam Berapa?
- 7Harvest Moon 26-27 September 2026, Ini Waktu Puncak Bulan Purnama di Indonesia
- 8Ramalan Zodiak Aries Hari Ini 28 September 2026, Ada Peluang Finansial dan Tantangan dalam Hubungan
- 9Lindungi Warga dari Asap Karhutla, Puskesmas di Sumsel Diminta Buka 24 Jam
- 105.303 Jemaah Haji Debarkasi Palembang Sudah Kembali, Empat Kloter Masih Ditunggu









