Diduga Jual 4 Ton Beras Bansos, Rumah Lurah di Lampung Tengah Hangus Dibakar Warga

AKURAT. CO SUMSEL - Kronologi pembakaran rumah lurah di Lampung Tengah oleh warga akhirnya terungkap.
Aksi tersebut merupakan buntut kemarahan warga usai muncul kabar lurah yang bernama Sukardi salahgunakan hingga jual beras bansos yang seharusnya menjadi hak warga miskin.
Aksi anarkis ini pertama kali diketahui dari unggahan video yang memperlihatkan sebuah rumah beserta mobil hangus terbakar viral di media sosial.
Baca Juga: Tiga Kebakaran Dalam Seminggu, Warga Palembang Diminta Kurangi Colokan Bertumpuk
Diketahui peristiwa tersebut terjadi pada Sabtu (17/5/2025) di Desa Gunung Agung, Kecamatan Terusan Nunyai, Kabupaten Lampung Tengah.
Kronologi Pembakaran Rumah Lurah di Lampung Tengah
Kapolres Lampung Tengah, AKBP Alsyahendra menjelaskan kronologi singkat serta dugaan penyebab pembakaran rumah lurah tersebut.
Baca Juga: Qualcomm Rilis Snapdragon 7 Gen 4, Chipset Kelas Menengah Rasa Flagship
Menurutnya, beredarnya kabar munculnya isu penyelewengan bansos menjadi salah satu pemicu kemarahan warga.
Kepergok Jual 4 Ton Beras Bansos
Pada Januari 2025, Sukardi ketahuan menjual 400 karung beras bansos kepada sebuah Pondok Pesantren di Tulang Bawang dengan total harga Rp36 juta.
Baca Juga: Waspada! Stroke Kini Mengincar Usia Produktif, Bukan Lagi Penyakit Lansia
Hal ini diungkap oleh salah satu warga Kampung Gunung Agung yang bernama Deki.
Ia mengaku membuntuti kendaraan yang mengangkut ratusan karung beras dari kantor balai desa pada pukul 19.00 WIB.
Dari situlah ia mengetahui Sukardi diduga telah menjual beras bantuan bansos kepada orang lain.
Baca Juga: Tak Punya Waktu? Coba 5 Cara Hidup Sehat Ini di Tengah Padatnya Aktivitas
Menurut pengakuan pihak pembeli, beras tersebut dijual dengan harga Rp90 ribu per karung berisi 10 kilogram beras.
Pertengkaran Antar Warga
Selain kedapatan menyalahgunakan beras bansos, kerusuhan yang berujung pembakaran rumah Sukardi diduga juga dipicu oleh pertengkaran antar warga.
Peristiwa pertengkaran yang berakhir dengan penusukan itu melibatkan AGS, warga Kampung Gunung Batin Ilir dan SRY, warga Kampung Gunung Anyar.
Keduanya sempat berselisih paham soal isu penyelewangan beras bansos yang dilakukan oleh Sukardi.
Pelaku alias AGS yang ternyata adalah kerabat Sukardi merasa tersinggung dan tak terima.
Baca Juga: Mahir Microsoft Excel? Ini Cara Efektif Biar Gak Cuma Bisa SUM Doang
Pertengkaran pun terjari di Pasar Bandar Agung dan berakhir SRY ditusuk AGS hingga meninggal dunia.
Hal ini semakin membuat warga tersulut emosi lantas mendatangi kediaman lurah Sukardi untuk melakukan aksi pembakaran tersebut.
Sedang dalam Penyelidikan Polisi
Saat ini, kasus ini sedang didalami oleh pihak kepolisian. Termasuk penyelidikan terhadap dalang yang memprovokasi aksi tersebut.
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.









