Sumsel

Viral Aksi Perundungan di SMP Muratara, Keluarga Lapor Polisi: Sekolah Skorsing Pelaku dan Gelar Mediasi

Maman Suparman | 18 Oktober 2025, 18:30 WIB
Viral Aksi Perundungan di SMP Muratara, Keluarga Lapor Polisi: Sekolah Skorsing Pelaku dan Gelar Mediasi

AKURAT.CO SUMSEL Video berdurasi tiga menit yang memperlihatkan aksi perundungan di SMP Negeri Karang Jaya, Kabupaten Musi Rawas Utara (Muratara), Sumatera Selatan, membuat publik geram.

Dalam video tersebut, seorang siswi tampak dipukul dan dijambak oleh teman sekolahnya, sementara sejumlah siswa lain hanya menonton tanpa berusaha melerai.

Keluarga korban yang tidak terima dengan kejadian tersebut akhirnya melaporkan kasus itu ke Polres Muratara. Kasat Reskrim Polres Muratara, Iptu Nasirin, membenarkan bahwa laporan resmi telah diterima oleh Unit Perlindungan Perempuan dan Anak (PPA).

“Laporan sudah kami terima dan saat ini sedang diproses oleh Unit PPA. Karena pelaku maupun korban masih di bawah umur, penanganannya akan melibatkan Balai Pemasyarakatan (Bapas),” ujar Nasirin, Sabtu (18/10/2025).

Ia menegaskan, meski melibatkan anak-anak, penyidik tetap akan menangani kasus ini secara profesional sesuai aturan hukum yang berlaku.

Pihak keluarga korban berharap polisi memberikan sanksi hukum yang tegas kepada pelaku agar menjadi pelajaran bagi siswa lain.

Baca Juga: Video Siswi SMP di Muratara Dirundung Viral, Disdik Janji Beri Sanksi Tegas

“Kami ingin pelaku dihukum supaya ada efek jera. Jangan sampai anak-anak lain mengalami hal serupa,” kata salah satu anggota keluarga korban.

Kasus ini menuai simpati dari masyarakat setelah potongan video aksi perundungan itu beredar luas di media sosial. Banyak warganet mengecam perilaku para siswa yang hanya menonton tanpa membantu korban.

Kepala Sekolah SMP Karang Jaya, Widya Prastiyaningrum, menjelaskan bahwa peristiwa itu berawal dari kesalahpahaman antar siswa.

“Ada miskomunikasi antara korban dan pelaku. Korban merasa terduga pelaku sering mencari masalah sejak kelas satu,” jelas Widya.

Ia menyebut, pihak sekolah langsung mengambil langkah tegas dengan memberikan sanksi skors kepada siswi pelaku utama, sembari menunggu hasil investigasi lebih lanjut.

“Terduga pelaku penganiayaan sudah diskorsing. Kami juga masih menyelidiki kemungkinan keterlibatan siswa lain yang ada di lokasi kejadian,” tambahnya.

Selain itu, pihak sekolah telah melakukan mediasi antara keluarga korban dan pelaku, dengan pendampingan dari Dinas Pendidikan dan Camat Karang Jaya.

“Sanksi tegas akan diumumkan resmi pada Senin mendatang setelah hasil investigasi selesai,” ujar Widya.

Bagikan:
  • Share to WhatsApp
  • Share to X (Twitter)
  • Share to Facebook

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.

M
K
Editor
Kurnia