Gedung DPRD Solo dan Makassar Dibakar Massa Buntut Aksi Solidaritas Affan Kurniawan, Korban Nyawa Berjatuhan

AKURAT. CO SUMSEL - Aksi solidaritas Affan Kurniawan (21) pada Jumat (29/8/2025) di sejumlah daerah berujung ricuh.
Bahkan sampai menelan korban jiwa.
Salah satu kericuhan terjadi di Makassar, Sulawesi Selatan.
Baca Juga: Ratusan Driver Ojol Sumsel Desak Pengungkapan Identitas Pelaku Kasus Affan Kurniawan
Yakni gedung DPRD dibakar oleh sekelompok massa tak dikenal.
Kronologi Kericuhan Aksi Gedung DPRD Makassar
Aksi pembakaran itu terjadi saat rapat paripurna sedang berlangsung di dalamnya.
Baca Juga: Driver Ojol Sumsel Bersatu Datangi Polda, Tuntut Keadilan untuk Affan Kurniawan
Rapat tersebut dihadiri oleh jajaran Pimpinan Kota Makassar, termasuk Wali Kota Munafri Arifudin yang berhasil di evakuasi.
Akibat aksi pembakaran tersebut tiga orang dilaporkan meninggal dunia dan lima orang luka-luka.
Satu dari lima orang bahkan dilaporkan sedang koma hingga harus ke RS Primaya.
Baca Juga: Rekomendasi Cemilan Manis yang Wajib Dicoba di Akhir Pekan
Identitas Korban
Korban Meninggal:
1. Abay, yang sehari-hari bertugas sebagai fotografer di Bagian Humas DPRD Makassar
2. Sarina Staf DPRD Makassar, anggota DPRD Fraksi PDIP
3. Syaiful, Kepala Seksi Kesejahteraan Rakyat Kecamatan Ujung Tanah.
Baca Juga: Lima Film Cinta 2000-an yang Wajib Ditonton Akhir Pekan Ini
Korban Luka Berat:
1. Budi Haryadi S, laki-laki, umur 30 tahun. Sedang koma, dirujuk ke RS Primaya
2. Heriyanto, laki-laki, umur 28 tahun. Luka berat akibat melompat dari lantai 3, dirujuk ke RS Grestelina.
Baca Juga: Update Klasemen BRI Super League 2025 Usai Persija Jakarta Ganyang Dewa United
Korban Luka Sedang
1. Sahabuddin, laki-laki, umur 45 tahun. Nyeri pinggul akibat melompat lantai 2, dirujuk ke RS Hermina
2. Arif Rahman Hakim, laki-laki, umur 28 tahun. Dirujuk ke RS Grestelina
3. Agung Setiawan, laki-laki, umur 32 tahun. Dirujuk ke RS Hermina.
Kericuhan di Solo
Selain di Makassar, kericuhan aksi massa yang berujung pembakaran gedung DPRD juga terjadi di Solo, Jawa Tengah pada Sabtu (30/8/2025) dini hari.
Kobaran api baru bisa dipadamkan pada Sabtu (30/8/2025) pukul 04.30 WIB.
Baca Juga: Jadwal Bioskop Palembang Minggu 31 Agustus 2025, 2 Animasi Ikonik Studio Ghibli Tayang Ulang di CGV
Malam Mencekam di Solo
Aksi solidaritas tersebut semula berjalan damai dan diawali dengan sholat ghaib bersama pengemudi ojek online serta anggota Brimob Batalyon C Pelopor di Manahan, Banjarsari, Solo pada Jumat (29/8/2025) siang.
Aksi mulai memanas setelah massa mencoba mendobrak pintu depan sisi selatan markas Brimob Solo dan merusak pagar pembatas.
Baca Juga: Sumsel Dilanda Hujan Petir di Akhir Pekan, Beberapa Wilayah Disertai Petir
Kericuhan kemudian meluas ke sepanjang Jalan Adi Sucipto.
Di sana, massa membakar water barrier, merusak pembatas jalan, hingga mencabut rambu lalu lintas.
Sementara itu, Polisi terus menembakkan gas air mata untuk memukul mundur pengunjuk rasa.
Baca Juga: Polisi Bongkar Dua Gudang BBM Ilegal di Muara Enim, Pemilik Kabur
Akibatnya, 10 orang harus dilarikan ke rumah sakit.
Situasi sempat mereda saat maghrib namun kericuhan kembali pecah sekitar pukul 18.30 WIB di Bundaran Gladag.
Massa melepaskan tembakan kembang api ke arah aparat, sementara polisi membalas dengan gas air mata.
Fasilitas umum di sekitar Balai Kota Solo ikut rusak, pot tanaman hancur dan water barrier terbakar.
Suara tembakan gas air mata terdengar hingga malam hari di sepanjang Jalan Slamet Riyadi.(*)
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.
Berita Terkait
Berita Terkini








