Ramai Super Flu Terdeteksi di Indonesia, Benarkah Virus Ini Lebih Mematikan dari Covid-19?

AKURAT. CO SUMSEL - Belakangan ramai pemberitaan tentang kabar Super Flu yang terdeteksi di Indonesia.
Apa itu Super Flu? Istilah Superflu sebenarnya bukan istilah medis resmi.
Melainkan label populer yang digunakan untuk menggambarkan tingginya lonjakan kasus influenza dengan gejala yang cukup parah dan membutuhkan waktu pemulihan lebih lama.
Baca Juga: DPR Minta Indonesia Tegas Tolak Penangkapan Presiden Venezuela oleh AS
Fenomena Super Flu sebenarnya berkaitan dengan varian terbaru virus influenza A (H3N2) yang disebut subclade K.
Varian ini merupakan hasil mutasi virus influenza musiman yang sudah lama dikenal, namun kini menjadi bentuk yang lebih dominan dalam penyebaran di beberapa negara seperti Amerika Serikat, Inggris, Jepang, dan Eropa.
Di Indonesia, super flu terdeteksi sejak 25 Desember 2025 dan sudah terkonfirmasi langsung oleh Kementerian Kesehatan (Kemenkes RI).
Baca Juga: Rekam Jejak Kepelatihan John Herdman, Punggawa Baru Timnas Indonesia Usai Gagal Lolos Piala Dunia
Lantas, apakah virus ini berbahaya dan mematikan seperti Covid-19 sebelumnya? Simak ulasannya berikut ini;
Perbandingan Super Flu dengan Covid-19
Menteri Kesehatan (Menkes) Budi Gunadi Sadikin turut memberikan tanggapannya terkait munculnya virus influenza A (H3N2) subclade K atau super flu yang sudah terdeteksi di Indonesia.
Budi memastikan, super flu berbeda dengan COVID-19 yang dulu mewabah dan menjadi pandemi di dalam negeri, bahkan seluruh dunia.
Menurutnya, super flu sangat mirip dengan flu biasa dan tidak mematikan seperti Covid-19 atau tuberkulosis (TBC).
Dia menyebutkan setiap musim dingin, kasus akibat virus super flu selalu naik di negara empat musim seperti negara-negara Eropa dan Amerika.
Baca Juga: Jejak Sejarah Goa Jepang yang Sedang Diproyeksikan Jadi Wisata Baru di Palembang
Namun di negara tropis seperti Indonesia, lonjakan kasusnya tidak terlalu tinggi.
Kendati demikian, Budi tetap mengingatkan agar masyarakat tetap menjaga kesehatan dan imunitas dengan istirahat yang cukup serta rutin berolahraga.
Gejala Super Flu
Baca Juga: Mental Tandang Teruji, Sumsel United Amankan Poin di Markas Persekat Usai Gol Penalti
Virus H3N2 super flu disebut berbahaya bagi beberapa kaum rentan.
Yakni balita, lansia, penderita penyakit kronis, komorbidtas, penyakit jantung bawaan pada anak, kardiovaskular pada dewasa, penderita kanker, dan pasien dengan obat yang menekan imunitas.
Adapun gejala super flu memang mirip dengan gejala flu biasa.
Baca Juga: Gara-gara Janji Komisi Rp88 Ribu, Seorang Gadis di Palembang Harus Kehilangan Jutaan Rupiah
Seperti batuk, sakit tenggorokan, hidung berair atau tersumbat, demam tinggi, menggigil, sakit kepala, nyeri otot, sakit kepala dan kelelahan.
Super Flu di Indonesia
Influenza A H3N2 telah terditeksi masuk ke Indonesia sejak 25 Desember 2025 lalu.
Hingga saat ini, tercatat total ada 62 kasus di delapan provinsi, terbanyak ada di Jawa Timur, Kalimantan Selatan, dan Jawa Barat.(*)
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.
Berita Terkini





