Profil Pendidikan Thomas Djiwandono, Keponakan Prabowo yang Jadi Deputi BI Baru, Ternyata Lulusan AS

AKURAT. CO SUMSEL - Nama Thomas Djiwandono tengah menjadi sorotan publik dan masuk jajaran trending topik mesin pencaria Google dalam beberapa hari terakhir.
Wakil Menteri Keuangan Thomas Djiwandono resmi terpilih menjadi Deputi Gubernur Bank Indonesia (BI) menggantikan Juda Agung yang mengundurkan diri pada 13 Januari 2026.
Ketua Komisi XI DPR RI Mukhamad Misbakhun mengatakan, Thomas dipilih setelah dilakukan uji kelayakan dan kepatutan (fit and proper test) terhadap tiga kandidat Deputi Gubernur BI pada 23 dan 26 Januari 2026.
Baca Juga: Wajah iPhone 18 Pro Bocor, Kamera Selfie Pindah Posisi, Gak Ada Lagi Lubang Pil?
Keponakan Presiden Prabowo
Thomas M. Djiwandono, yang akrab disapa Tommy, lahir di Jakarta pada 7 Mei 1972.
Ia merupakan anak pertama dari pasangan Soedradjad Djiwandono dan Biantiningsih Miderawati Djojohadikusumo.
Baca Juga: Harga Emas Perhiasan Palembang Naik Lagi, Tembus Rp16,5 Juta per Suku
Ayahnya, Soedradjad Djiwandono, merupakan Gubernur Bank Indonesia periode 1993–1998 dan kini dikenal sebagai akademisi yang mengajar di Nanyang Technological University, Singapura.
Sementara itu, ibunya, Biantiningsih Miderawati atau Bianti, merupakan kakak kandung Presiden RI Prabowo Subianto.
Fakta bahwa Thomas merupakan keponakan Prabowo inilah yang menjadi salah satu sorotan publik.
Baca Juga: Resep Cireng Renyah dan Kenyal, Camilan Pas untuk Temani Nyantai Sore Hari
Riwayat Pendidikan Thomas
Thomas menempuh pendidikan dasar hingga menengah di Kanisius, Menteng Jakarta.
Kemudian, ia melanjutkan pendidikan tinggi di Haverford Colloge, Pennsylvania, Amerika Serika dengan bidang studi sejarah.
Baca Juga: UMK Binaan Pusri Palembang Naik Kelas, Produk Kuliner hingga Jumputan Tembus Standar Nasional
Setelah lulus, Thomas melanjutkan ke ke jenjang S2 mengambil master di bidang Internasional Relations and International Economics di Johns Hopkins University School of Advanced International Studies, Washington, Amerika Serikat.
Perjalanan Karier dan Kiprah di Dunia Politik
Sebelum terjun ke dunia politik, Thomas lebih dulu berkecimpung di dunia jurnalistik.
Baca Juga: Nasib WNI di Kamboja: Antara Korban TPPO atau Pelaku Kejahatan Siber?
Pada 1993, ia adalah wartawan magang majalah Tempo.
Lalu, pada 1994 ia menjadi wartawan Indonesia Business Weekly.
Setelah itu, Thomas melebarkan sayapnya sebagai analis di Whetlock NatWest Securities, Hong Kong.
Baca Juga: Kenapa Deodoran Sering Meninggalkan Noda di Pakaian? Ini Penjelasannya
Pada 2006, Thomas menjadi Deputy CEO Arsari Group yang merupakan perusahaan pamannya yakni Hashim, sekaligus menjadi karier terakhirnya di bidang non politik.
Pada 2014, Thomas mulai terjun ke dunia politik dan terpilih menjadi Bendahara Umum Partai Gerindra.
Kinerja Tommy sebagai bendahara yang catatannya rapi, ia berhasil mengantarkan partainya mendapatkan penghargaan Transparency International Indonesia dan Indonesia Corruption Watch.(*)
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.
Berita Terkait
Berita Terkini








