Sumsel

Gubernur Sumsel Dorong Infrastruktur Desa Lewat BKBK, Tak Hanya Jalan dan Jembatan

Maman Suparman | 17 April 2025, 20:00 WIB
Gubernur Sumsel Dorong Infrastruktur Desa Lewat BKBK, Tak Hanya Jalan dan Jembatan

AKURAT.CO SUMSEL Gubernur Sumatera Selatan (Sumsel) Herman Deru menegaskan bahwa pembangunan infrastruktur yang didorong melalui Bantuan Keuangan Bersifat Khusus (BKBK) tidak hanya terfokus pada jalan dan jembatan.

Infrastruktur desa juga meliputi layanan komunikasi, rumah sakit, sekolah, dan berbagai pembangunan lainnya yang berdampak langsung terhadap kesejahteraan masyarakat.

Hal ini disampaikannya saat menerima kunjungan Bupati Lahat Bursah Zarnubi di Ruang Rapat Gubernur Sumsel, Kamis (17/4/2025), dalam rangka pemaparan pengajuan BKBK dari Kabupaten Lahat.

“Jadi infrastruktur itu tidak hanya jalan dan jembatan saja, melainkan juga rumah sakit, sekolah, termasuk layanan komunikasi dan pembangunan lainnya yang menyentuh langsung kepentingan masyarakat,” ujar Herman Deru.

Ia menjelaskan bahwa BKBK yang diberikan Pemerintah Provinsi Sumsel kepada 17 kabupaten/kota bersifat selektif dengan melalui proses verifikasi dan klasifikasi pengajuan, yaitu super prioritas, prioritas, dan reguler.

Untuk kategori super prioritas, difokuskan pada pembangunan infrastruktur berkelanjutan yang jika tidak dilanjutkan bisa mangkrak, namun jika diteruskan akan berdampak luas pada peningkatan ekonomi dan pengentasan kemiskinan.

Baca Juga: Motor yang Hilang Dicuri, Warga Palembang Dapatkan Kembali Kendaraannya Berkat Razia Polisi

Sedangkan prioritas, lanjut Deru, adalah pembangunan yang berdampak signifikan pada penurunan angka kemiskinan, peningkatan pertumbuhan ekonomi dan indeks pembangunan manusia (IPM). Sementara reguler, merupakan pengajuan pembangunan yang bersifat berkesinambungan.

“Bantuan ini diberikan berdasarkan kondisi keuangan daerah dan hasil verifikasi tim provinsi. Prinsipnya, pembangunan harus memberikan efek domino bagi masyarakat, bukan sekadar memenuhi target infrastruktur fisik,” jelasnya.

Sementara itu, Bupati Lahat Bursah Zarnubi menyampaikan bahwa pengajuan BKBK dari Kabupaten Lahat sejalan dengan visi-misi daerah, yaitu Menata Kota, Bangun Desa.
Fokusnya adalah pada pembangunan irigasi, pertanian, peternakan, dan perikanan, sebagai upaya meningkatkan kesejahteraan masyarakat desa dan mengurangi pengangguran.

“Melalui pembangunan infrastruktur dan irigasi, kita berharap bisa mendorong pertumbuhan sektor pertanian dan perikanan yang menjadi kekuatan ekonomi masyarakat Lahat,” ungkap Bursah.

Ia juga menyampaikan apresiasi atas dukungan Pemprov Sumsel yang selama ini aktif memberikan ruang dan perhatian kepada daerah untuk terus bergerak maju.

“Semoga pertemuan ini membawa kemajuan bagi Kabupaten Lahat dan mendukung terwujudnya Sumsel Maju untuk Semua,” tutupnya.

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.

M
K
Editor
Kurnia