Dinkes Sumsel Genjot Pelatihan Penjamah Makanan untuk Tekan Kasus Keracunan MBG

AKURAT.CO SUMSEL Dinas Kesehatan (Dinkes) Sumatera Selatan (Sumsel) bersama pemerintah kabupaten/kota terus berupaya menekan risiko keracunan dalam program Makan Bergizi Gratis (MBG).
Salah satu langkah utama yang ditekankan adalah pelatihan bagi penjamah makanan di seluruh Stasiun Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG).
Kepala Dinkes Sumsel, Trisnawarman, mengatakan keberadaan penjamah makanan memiliki peran krusial dalam memastikan makanan yang disajikan aman dan berkualitas.
Baca Juga: Syarat Tinggi Badan Diturunkan, TNI AD Buka Pintu Lebih Lebar untuk Calon Prajurit
Namun, pertumbuhan jumlah SPPG yang cukup pesat belum diimbangi dengan ketersediaan tenaga terlatih.
“Di kabupaten/kota ada yang sudah kita latih dan ada juga yang masih menunggu jadwal pelatihan. Penjamah makanan harus memahami syarat-syarat dasar agar makanan yang diberikan ke siswa benar-benar higienis,” ujarnya, Kamis (25/9/2025).
Menurutnya, kasus keracunan yang sempat terjadi di beberapa daerah menjadi pelajaran penting.
Di Kabupaten PALI misalnya, insiden dipicu oleh suhu penyimpanan bahan makanan yang tidak sesuai standar serta dapur yang belum memenuhi syarat kesehatan.
“Hingga saat ini jumlah SPPG di Sumsel mencapai 342 unit. Karena pertumbuhannya cepat, tidak semua sudah memiliki penjamah makanan yang terlatih. Itu sebabnya kami mendorong kabupaten/kota segera berkoordinasi agar setiap dapur MBG betul-betul siap,” tegasnya.
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.









