Sumsel

Tak Bisa Lagi Tertutup, Menu Makan Bergizi Gratis Kini Wajib Diposting ke Publik

Kurnia | 2 Maret 2026, 10:00 WIB
Tak Bisa Lagi Tertutup, Menu Makan Bergizi Gratis Kini Wajib Diposting ke Publik

AKURAT.CO SUMSEL Transparansi program Makan Bergizi Gratis (MBG) kini tak lagi sekadar wacana.

Badan Gizi Nasional (BGN) mewajibkan seluruh Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG) memiliki akun media sosial resmi sebagai sarana pelaporan terbuka kepada publik.

Langkah ini ditegaskan Wakil Kepala BGN Bidang Operasional Pemenuhan Gizi, Irjen Pol (Purn) Sony Sanjaya, sebagai bentuk pengawasan berbasis partisipasi masyarakat.

“Setiap SPPG wajib punya akun Facebook, Instagram, dan TikTok. Bukan untuk formalitas, tapi sebagai alat kontrol publik,” ujarnya, Senin (2/3/2025).

Melalui kebijakan tersebut, setiap menu MBG yang dimasak dan didistribusikan harus diunggah setiap hari. Tidak hanya foto makanan, tetapi juga rincian kandungan gizi serta harga bahan pangan yang digunakan.

Baca Juga: Makna Penyembelihan Kambing Jantan Hitam dalam Perayaan Cap Go Meh Pulau Kemaro Palembang

Menurut Sony, publik berhak mengetahui apa yang dikonsumsi penerima manfaat, termasuk nilai gizinya dan transparansi anggaran bahan baku.

“Menu hari ini apa, nilai gizinya berapa, dan harganya berapa—semua harus dipublikasikan. Ini bentuk keterbukaan,” tegasnya.

BGN bahkan mendorong masyarakat untuk aktif mengawasi. Jika ditemukan kejanggalan harga dalam unggahan tersebut, warga diminta tidak ragu mempertanyakan.

“Kalau ada harga pisang Rp2.500 padahal di pasar Rp1.500, silakan dipertanyakan. Itu bagian dari pengawasan bersama,” katanya.

Selain transparansi, BGN juga menekankan pentingnya kesamaan standar pelaksanaan MBG di setiap daerah, termasuk di Sumatera Selatan. Koordinasi lintas pelaksana dinilai krusial agar tidak terjadi perbedaan kualitas layanan di lapangan.

“Kita harus satu visi supaya program ini benar-benar tepat sasaran dan tidak menimbulkan persepsi berbeda,” ujar Sony.

Sementara itu, Gubernur Sumatera Selatan Herman Deru menyebut implementasi MBG di wilayahnya relatif berjalan lancar dan minim keluhan.

Menurutnya, kesiapan Sumsel tak lepas dari program kemandirian pangan yang telah digagas sejak beberapa tahun terakhir. Melalui Gerakan Sumsel Mandiri Pangan, daerah dinilai memiliki ketahanan pasokan yang cukup kuat untuk menopang kebutuhan MBG.

“Telur surplus, ikan air tawar juga melimpah. Supply dan demand tetap terjaga, jadi kita tidak panik ketika program ini berjalan,” ujar Deru.

Evaluasi terakhir BGN juga menunjukkan rantai pasok pangan di Sumsel, khususnya Palembang, dalam kondisi siap mendukung distribusi MBG secara berkelanjutan.

Bagikan:
  • Share to WhatsApp
  • Share to X (Twitter)
  • Share to Facebook

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.

K
Reporter
Kurnia
K
Editor
Kurnia