Tak Bisa Lagi Tertutup, Menu Makan Bergizi Gratis Kini Wajib Diposting ke Publik

AKURAT.CO SUMSEL Transparansi program Makan Bergizi Gratis (MBG) kini tak lagi sekadar wacana.
Badan Gizi Nasional (BGN) mewajibkan seluruh Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG) memiliki akun media sosial resmi sebagai sarana pelaporan terbuka kepada publik.
Langkah ini ditegaskan Wakil Kepala BGN Bidang Operasional Pemenuhan Gizi, Irjen Pol (Purn) Sony Sanjaya, sebagai bentuk pengawasan berbasis partisipasi masyarakat.
“Setiap SPPG wajib punya akun Facebook, Instagram, dan TikTok. Bukan untuk formalitas, tapi sebagai alat kontrol publik,” ujarnya, Senin (2/3/2025).
Melalui kebijakan tersebut, setiap menu MBG yang dimasak dan didistribusikan harus diunggah setiap hari. Tidak hanya foto makanan, tetapi juga rincian kandungan gizi serta harga bahan pangan yang digunakan.
Baca Juga: Makna Penyembelihan Kambing Jantan Hitam dalam Perayaan Cap Go Meh Pulau Kemaro Palembang
Menurut Sony, publik berhak mengetahui apa yang dikonsumsi penerima manfaat, termasuk nilai gizinya dan transparansi anggaran bahan baku.
“Menu hari ini apa, nilai gizinya berapa, dan harganya berapa—semua harus dipublikasikan. Ini bentuk keterbukaan,” tegasnya.
BGN bahkan mendorong masyarakat untuk aktif mengawasi. Jika ditemukan kejanggalan harga dalam unggahan tersebut, warga diminta tidak ragu mempertanyakan.
“Kalau ada harga pisang Rp2.500 padahal di pasar Rp1.500, silakan dipertanyakan. Itu bagian dari pengawasan bersama,” katanya.
Selain transparansi, BGN juga menekankan pentingnya kesamaan standar pelaksanaan MBG di setiap daerah, termasuk di Sumatera Selatan. Koordinasi lintas pelaksana dinilai krusial agar tidak terjadi perbedaan kualitas layanan di lapangan.
“Kita harus satu visi supaya program ini benar-benar tepat sasaran dan tidak menimbulkan persepsi berbeda,” ujar Sony.
Sementara itu, Gubernur Sumatera Selatan Herman Deru menyebut implementasi MBG di wilayahnya relatif berjalan lancar dan minim keluhan.
Menurutnya, kesiapan Sumsel tak lepas dari program kemandirian pangan yang telah digagas sejak beberapa tahun terakhir. Melalui Gerakan Sumsel Mandiri Pangan, daerah dinilai memiliki ketahanan pasokan yang cukup kuat untuk menopang kebutuhan MBG.
“Telur surplus, ikan air tawar juga melimpah. Supply dan demand tetap terjaga, jadi kita tidak panik ketika program ini berjalan,” ujar Deru.
Evaluasi terakhir BGN juga menunjukkan rantai pasok pangan di Sumsel, khususnya Palembang, dalam kondisi siap mendukung distribusi MBG secara berkelanjutan.
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.
Berita Terkait
Berita Terkini

Terpopuler
- 1Sumsel Bakal Dilanda Hujan Deras Sepanjang Hari Besok, Masyarakat Diimbau Waspada Cuaca Ekstrem
- 2Cek Harga Emas Perhiasan Palembang Senin 2 November 2026, Naik atau Turun?
- 3PLN Palembang Jadwalkan Pemadaman Listrik 2 Kali Hari Ini, Cek Lokasi Terdampaknya
- 4BSU Kemnaker Cair November 2026, Cek Syarat Penerima dan Besaran Bantuan
- 5Daftar 28 Perusahaan dalam Job Fair Sumsel 2026, Ada Ritel Sampai Keuangan
- 6Harga Emas Perhiasan Palembang Anjlok Hari Ini, Termurah Tembus Rp13,5 Juta per Suku
- 7Ramalan Zodiak Hari Ini 31 Oktober 2026, Bagaimana Nasib Asmara dan Keuanganmu?
- 8Kapan BSU Kemnaker 2026 Cair? Cek Jadwal dan Besaran Bantuannya di Sini
- 9Lindungi Warga dari Asap Karhutla, Puskesmas di Sumsel Diminta Buka 24 Jam
- 105.303 Jemaah Haji Debarkasi Palembang Sudah Kembali, Empat Kloter Masih Ditunggu







