Sumsel

Hujan Mulai Turun, Kasus ISPA di Sumsel Masih Tinggi, 1.660 Orang Terserang dalam Sehari

Kurnia | 27 Oktober 2026, 22:00 WIB
Hujan Mulai Turun, Kasus ISPA di Sumsel Masih Tinggi, 1.660 Orang Terserang dalam Sehari

AKURAT.CO SUMSEL Kasus infeksi saluran pernapasan akut (ISPA) di Sumatera Selatan (Sumsel) masih tinggi meski hujan mulai mengguyur sejumlah wilayah. Dinas Kesehatan (Dinkes) Sumsel mencatat 1.660 kasus ISPA dalam sehari pada Senin (26/10/2026).

Jumlah tersebut meningkat 132 kasus dibandingkan hari sebelumnya yang mencatat 1.528 kasus.

Kepala Bidang Pencegahan dan Pengendalian Penyakit (P2P) Dinkes Sumsel, Ira Primadesa, mengatakan perkembangan kasus ISPA masih perlu dipantau di tengah perubahan cuaca dan kualitas udara setelah kebakaran hutan dan lahan (karhutla).

“Berdasarkan laporan harian pada 26 Oktober 2026 tercatat sebanyak 1.660 kasus ISPA dalam sehari. Angka tersebut meningkat dibandingkan sehari sebelumnya yang tercatat sebanyak 1.528 kasus atau bertambah 132 kasus dalam sehari,” kata Ira, Selasa (27/10/2026).

Menurut Ira, berkurangnya titik panas seiring turunnya hujan di sejumlah daerah diharapkan dapat membantu menekan paparan asap karhutla. Namun, kondisi tersebut tidak serta-merta menghilangkan risiko gangguan pernapasan.

Baca Juga: Tinggal Hitungan Hari, Pemprov Sumsel Minta Warga Segera Manfaatkan Pemutihan Pajak

ISPA juga dapat disebabkan oleh infeksi virus maupun bakteri, sehingga peningkatan kasus tidak hanya dipengaruhi oleh paparan asap.

Berdasarkan data Dinkes Sumsel, kasus ISPA mengalami fluktuasi sepanjang 2026. Pada Januari tercatat 50.651 kasus dan Februari sebanyak 51.115 kasus.

Jumlah tersebut kemudian menurun menjadi 45.385 kasus pada Maret, 43.503 kasus pada April, 36.395 kasus pada Mei, dan 36.294 kasus pada Juni.

Kasus kembali meningkat pada Juli menjadi 38.345 kasus, lalu mencapai 47.020 kasus pada Agustus. Puncak kasus bulanan terjadi pada September dengan total 52.483 kasus.

Sementara itu, data mingguan menunjukkan jumlah kasus mencapai 12.583 pada minggu ke-40. Angka tersebut menjadi yang tertinggi dalam grafik mingguan yang dirilis Dinkes Sumsel.

Setelah itu, jumlah kasus menurun menjadi 11.948 pada minggu ke-41 dan 11.663 kasus pada minggu ke-42. Meski mengalami penurunan, angka tersebut masih tergolong tinggi.

Dalam periode 1–25 Oktober 2026, Dinkes Sumsel mencatat total 40.486 kasus ISPA yang tersebar di kabupaten dan kota.

Kota Palembang menjadi wilayah dengan jumlah kasus tertinggi, yakni 13.132 kasus. Berikutnya, Kabupaten Musi Banyuasin mencatat 4.699 kasus dan Kabupaten Muara Enim sebanyak 3.455 kasus.

Adapun Kabupaten Lahat mencatat 2.322 kasus, Banyuasin 2.230 kasus, Lubuk Linggau 1.910 kasus, serta Ogan Ilir sebanyak 1.881 kasus.

Berdasarkan kelompok umur, sebanyak 31.864 kasus terjadi pada kelompok usia di atas lima tahun. Sementara itu, kelompok usia lima tahun ke bawah mencatat 8.622 kasus.

Ira mengingatkan masyarakat agar tetap menjaga kesehatan meski hujan mulai turun dan jumlah titik panas berkurang.

Paparan polusi udara, termasuk partikel halus PM2.5 dan PM10 dari asap kebakaran, dapat mengiritasi saluran pernapasan serta memperburuk kondisi kesehatan kelompok rentan.

Bagikan:
  • Share to WhatsApp
  • Share to X (Twitter)
  • Share to Facebook

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.

K
Reporter
Kurnia
K
Editor
Kurnia