BEM UI Gelar Demo 28 Oktober 2026 di Bundaran HI Jakarta, Bawa 5 Tuntutan dari Karhutla Sampai HAM

AKURAT. CO SUMSEL - Badan Eksekutif Mahasiswa Universitas Indonesia (BEM UI) bersiap melaksanakan demo lanjutan pada 28 Oktober 2026 yang bertepatan dengan peringatan Hari Sumpah Pemuda.
Melalui akun Instagram @bemui_official, BEM UI menyampaikan, titik temu aksi lanjutan ini di Bundaran HI, Jakarta Pusat.
"Pada 28 Oktober 2026, bertepatan dengan peringatan Hari Sumpah Pemuda, kami bersama seluruh elemen masyarakat akan kembali turun ke jalan untuk menuntut apa yang semestinya kami miliki," demikian pernyataan BEM UI melalui Instagram, Senin (26/10/2026).
Baca Juga: Hujan Mulai Turun, Kasus ISPA di Sumsel Masih Tinggi, 1.660 Orang Terserang dalam Sehari
Rencana demo tersebut menjadi kelanjutan dari gerakan yang sebelumnya menyoroti sejumlah persoalan lingkungan, ekonomi, demokrasi, pemberantasan korupsi, dan pendidikan.
Jadwal dan Lokasi Demo 28 Oktober 2026
Aksi demonstrasi yang direncanakan oleh Badan Eksekutif Mahasiswa Universitas Indonesia (BEM UI) akan berlangsung pada Rabu, 28 Oktober 2026, bertepatan dengan peringatan Hari Sumpah Pemuda.
Baca Juga: Waspada Sumsel Berpotensi Dilanda Hujan Sepanjang Hari Besok Rabu 28 Oktober 2026
Aksi ini direncanakan melibatkan aliansi Komite Sadar (Komite Selamatkan Daulat Rakyat) dan sejumlah organisasi mahasiswa lintas kampus.
Tuntutan Demo 28 Oktober 2026
Adapun tuntutan yang akan dibawa dalam aksi hari ini mencakup persoalan lingkungan, ekonomi, pendidikan, reformasi hukum dan tata kelola pemerintahan, serta hak asasi manusia (HAM) dan demokrasi.
Baca Juga: Pemkot Palembang Perkuat Peringatan Dini Bencana Bersama BMKG
Kepala Departemen Kajian Strategis BEM UI 2026 Namora Siahaan mengatakan, tuntutan itu disiapkan untuk merespons berbagai keresahan masyarakat yang dinilai belum mendapat perhatian pemerintah setelah demonstrasi pada 20 Oktober 2026.
Lima tuntutan tersebut meliputi penetapan status bencana nasional untuk kebakaran hutan dan lahan (karhutla), pembenahan kebijakan ekonomi, penurunan biaya pendidikan, reformasi hukum dan pemberantasan korupsi, kolusi, dan nepotisme (KKN), serta perlindungan kebebasan berpendapat.
Berikut 5 tuntutan mahasiswa dalam demo hari ini dan aksi Tugu Tani 20 Oktober 2026:
Baca Juga: Dokter Muda di Palembang Laporkan Dugaan Penganiayaan oleh Mertua, Leher Dicekik hingga HP Dibanting
1. Penanganan karhutla: Menetapkan kebakaran hutan dan lahan (karhutla) sebagai bencana nasional, mengadili korporasi yang bertanggung jawab, serta memulihkan ekosistem terdampak.
2. Pembenahan kebijakan ekonomi: Memperbaiki tata kelola kebijakan ekonomi untuk mengatasi ketimpangan sosial.
3. Perlindungan ruang sipil: Menghentikan penyempitan ruang sipil dan militerisasi.
Baca Juga: OMC Karhutla Sumsel Diperpanjang hingga 31 Oktober, Potensi Hujan Jadi Pertimbangan
4. Pemberantasan KKN: Memberantas korupsi, kolusi, dan nepotisme dalam penyelenggaraan negara.
5. Pembenahan pendidikan: Menurunkan biaya pendidikan serta mewujudkan sistem pendidikan yang mengabdi kepada rakyat. (*)
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.
Berita Terkini
Terpopuler
- 1Penyaluran Bansos Tahap 4 Oktober 2026 Segera Berakhir, Cek Tanda Bantuan Siap Cair
- 2Dokter Muda di Palembang Laporkan Dugaan Penganiayaan oleh Mertua, Leher Dicekik hingga HP Dibanting
- 3Sumsel United Curi Poin di Menit Akhir, Nasuha Siapkan Evaluasi Jelang Hadapi Semen Padang
- 4Harga Emas Perhiasan Palembang Turun Tipis Hari Ini, Cek Rincian Terbarunya
- 5Pencairan Bansos PKH BPNT Tahap 4 Oktober 2026 Segera Berakhir, Bagaimana BLT Kesra?
- 6Hari Ini 28 Oktober 2026 Libur atau Tidak? Cek Ketentuan SKB 3 Menteri
- 7Link dan Panduan Cek Desil Bansos Online Oktober 2026, Cukup Pakai HP Bisa dari Mana Saja
- 85 Ramalan Zodiak Hari Ini Selasa 27 Oktober 2026, Cinta hingga Keuangan
- 9Lindungi Warga dari Asap Karhutla, Puskesmas di Sumsel Diminta Buka 24 Jam
- 105.303 Jemaah Haji Debarkasi Palembang Sudah Kembali, Empat Kloter Masih Ditunggu





