Kaspersky Ungkap 3 Modus Penipuan iPhone Duo, Waspada Diskon Palsu 25 Persen

AKURAT.CO SUMSEL Penipuan yang mengatasnamakan iPhone Duo mulai terdeteksi di internet. Pelaku memanfaatkan tingginya minat masyarakat terhadap perangkat tersebut dengan menawarkan diskon besar, layanan pemesanan, hingga pengecekan ketersediaan stok melalui situs palsu.
Perusahaan keamanan siber Kaspersky menemukan sejumlah situs yang dirancang menyerupai halaman resmi Apple. Situs tersebut digunakan untuk mengelabui calon pembeli agar menyerahkan informasi pribadi yang berpotensi disalahgunakan.
Dalam laporannya, Kaspersky mengidentifikasi tiga modus utama, yakni penawaran diskon palsu sebesar 25 persen, situs pemesanan multibahasa, serta layanan pengecekan stok yang meminta nomor WhatsApp dan alamat email.
Senior Web Content Analyst Kaspersky, Olga Altukhova, mengatakan peluncuran perangkat unggulan kerap dimanfaatkan penjahat siber untuk menjalankan aksinya.
Menurut Olga, tingginya antusiasme masyarakat terhadap produk baru dapat membuat calon pembeli terburu-buru mengambil keputusan tanpa memeriksa keaslian penawaran.
Tiga Modus Penipuan iPhone Duo
Modus pertama menggunakan situs berbahasa Inggris yang menawarkan potongan harga iPhone Duo sebesar 25 persen. Halaman tersebut menampilkan desain menyerupai situs resmi Apple dan dilengkapi penghitung waktu mundur selama 30 menit.
Baca Juga: Daftar Promo Kuliner Sumpah Pemuda 2026 di Palembang, Makan Minum Hemat hingga 28 Persen
Fitur itu diduga digunakan untuk menciptakan tekanan agar pengunjung segera melakukan pemesanan sebelum penawaran berakhir.
Alih-alih langsung meminta data kartu kredit, situs tersebut meminta calon pembeli mengisi nama, informasi kontak, dan alamat pengiriman. Setelah itu, pengunjung diberi tahu bahwa seorang petugas akan menghubungi mereka untuk mengatur pembayaran dan pengiriman.
Pola tersebut berisiko membuka peluang penipuan lanjutan melalui komunikasi langsung dengan calon korban.
Modus kedua menggunakan situs pemesanan multibahasa yang menyediakan pilihan bahasa dan mata uang. Situs tersebut juga menampilkan informasi mengenai fitur perangkat untuk meyakinkan pengunjung.
Pelaku bahkan mengklaim bahwa transaksi akan dilanjutkan melalui situs resmi Apple. Namun, menurut temuan Kaspersky, klaim tersebut merupakan bagian dari upaya untuk menipu calon pembeli.
Sementara itu, modus ketiga ditemukan pada situs berbahasa Portugis. Pengunjung diminta memasukkan nomor WhatsApp dan alamat email dengan alasan untuk memeriksa ketersediaan iPhone Duo.
Data tersebut berpotensi dimanfaatkan untuk menghubungi korban secara pribadi dan menjalankan rekayasa sosial atau social engineering.
Pembeli Perangkat Premium Jadi Sasaran
Olga menjelaskan, penipu memanfaatkan situasi ketika masyarakat tengah menaruh perhatian besar pada peluncuran perangkat baru.
Ia menilai pembeli produk premium menjadi sasaran menarik karena mereka telah memiliki niat untuk mengeluarkan uang dalam jumlah besar. Kondisi tersebut dapat dimanfaatkan pelaku untuk mendapatkan informasi pribadi maupun data pembayaran.
Karena itu, calon pembeli diminta tidak mudah percaya terhadap promosi dengan potongan harga yang tidak wajar, terutama jika penawaran tersebut berasal dari situs yang tidak dikenal.
Kaspersky juga mengingatkan masyarakat agar berhati-hati terhadap layanan pemesanan awal maupun pengecekan stok yang meminta data pribadi tanpa kejelasan.
Meski situs penipuan tersebut ditemukan di sejumlah negara, temuan itu belum memastikan bahwa modus serupa telah menyasar konsumen di Indonesia.
Cara Menghindari Penipuan iPhone Duo
Untuk mengurangi risiko menjadi korban, Kaspersky membagikan sejumlah langkah yang dapat dilakukan calon pembeli sebelum bertransaksi.
Pertama, beli perangkat melalui kanal resmi Apple atau penjual tepercaya. Pastikan informasi mengenai harga, ketersediaan produk, dan mekanisme pemesanan sesuai dengan keterangan dari sumber resmi.
Kedua, periksa alamat situs dengan teliti. Perhatikan nama domain, ejaan, serta kemungkinan adanya alamat web yang menyerupai situs resmi.
Ketiga, jangan terburu-buru karena diskon atau penghitung waktu mundur. Penawaran yang memberikan tekanan agar pembeli segera mengambil keputusan patut dicermati lebih lanjut.
Keempat, lindungi informasi pribadi dan pembayaran. Jangan memberikan data sensitif melalui situs yang belum terverifikasi atau kepada pihak yang tidak jelas identitasnya.
Kelima, aktifkan autentikasi dua faktor pada akun penting dan periksa riwayat transaksi secara berkala. Penggunaan perangkat lunak keamanan dengan perlindungan terhadap phishing juga dapat membantu mengenali tautan berbahaya.
Kaspersky menegaskan bahwa pemeriksaan keaslian situs dan penawaran perlu dilakukan sebelum calon pembeli menyerahkan data pribadi maupun melakukan pembayaran.
Dengan meningkatnya kewaspadaan, masyarakat diharapkan dapat menghindari penipuan berkedok penjualan perangkat premium di internet.
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.
Berita Terkini
Terpopuler
- 1Penyaluran Bansos Tahap 4 Oktober 2026 Segera Berakhir, Cek Tanda Bantuan Siap Cair
- 2Dokter Muda di Palembang Laporkan Dugaan Penganiayaan oleh Mertua, Leher Dicekik hingga HP Dibanting
- 3Pencairan Bansos PKH BPNT Tahap 4 Oktober 2026 Segera Berakhir, Bagaimana BLT Kesra?
- 4Sumsel United Curi Poin di Menit Akhir, Nasuha Siapkan Evaluasi Jelang Hadapi Semen Padang
- 5Harga Emas Perhiasan Palembang Turun Tipis Hari Ini, Cek Rincian Terbarunya
- 6Hari Ini 28 Oktober 2026 Libur atau Tidak? Cek Ketentuan SKB 3 Menteri
- 7PLN Palembang Jadwalkan Pemadaman Listrik 2,5 Jam Siang Ini, Cek Lokasi Terdampaknya
- 8Link dan Panduan Cek Desil Bansos Online Oktober 2026, Cukup Pakai HP Bisa dari Mana Saja
- 9Lindungi Warga dari Asap Karhutla, Puskesmas di Sumsel Diminta Buka 24 Jam
- 105.303 Jemaah Haji Debarkasi Palembang Sudah Kembali, Empat Kloter Masih Ditunggu





