Habitatnya Dikepung Karhutla, BKSDA Pantau Kondisi Gajah Padang Sugihan

AKURAT.CO SUMSEL Kebakaran hutan dan lahan (karhutla) di Suaka Margasatwa (SM) Padang Sugihan, Kabupaten Ogan Komering Ilir (OKI), Sumatera Selatan, belum sepenuhnya teratasi.
Kondisi tersebut membuat Balai Konservasi Sumber Daya Alam (BKSDA) Sumsel meningkatkan kewaspadaan karena kawasan yang terbakar merupakan habitat gajah Sumatra.
Kepala BKSDA Sumsel Daniwari Widiyanto mengatakan, titik api masih terpantau di bagian timur kawasan. Namun, berdasarkan pemantauan sementara, area yang menjadi habitat gajah masih berada dalam kondisi aman.
"Area gajah masih termonitor aman, namun tetap kami waspadai untuk upaya pencegahan agar kepala api makin mengarah ke habitat gajah," kata Daniwari, Jumat (11/9/2026).
Karhutla di kawasan tersebut telah berlangsung selama 11 hari sejak 1 September 2026. Luas lahan yang terbakar sementara diperkirakan mencapai 90 hektare.
BKSDA tidak hanya mengantisipasi pergerakan api, tetapi juga memperhatikan dampak asap terhadap kondisi gajah. Pasalnya, kebakaran berlangsung di kawasan yang menjadi habitat satwa dilindungi tersebut.
"Sampai saat ini belum ada gajah yang keluar dari habitatnya," ujarnya.
Baca Juga: Karhutla Kembali Nyala di Kebun Raya Sriwijaya, 3 Regu Dikerahkan
Pemantauan juga dilakukan terhadap gajah binaan yang berada di Pusat Konservasi Gajah (PKG) Jalur 21.
BKSDA bersama mahout atau pawang gajah terus memastikan kondisi satwa, termasuk ketersediaan pakan, nutrisi, obat-obatan hingga pemeriksaan kesehatan.
"Gajah liar dan gajah binaan tetap menjadi perhatian kita," kata Daniwari.
Sementara itu, upaya pemadaman karhutla masih terus dilakukan oleh tim gabungan. Kepala Balai Pengendalian Kebakaran Hutan (Dalkarhut) Wilayah Sumatera Ferdian Krisnanto mengatakan, kondisi lahan menjadi salah satu kendala dalam proses pemadaman.
Sebagian kawasan yang terbakar merupakan lahan gambut dengan vegetasi semak belukar. Kondisi tersebut membuat api lebih sulit dikendalikan dan membutuhkan penanganan berkelanjutan.
"Kami masih lakukan pemadaman di SM Padang Sugihan karena sampai sekarang belum juga padam," ujar Ferdian.
Tim gabungan yang terdiri dari Manggala Agni, masyarakat peduli api, BKSDA Sumsel dan pemadam dari perusahaan masih dikerahkan ke lokasi.
Penanganan juga mendapat dukungan helikopter untuk melakukan pemadaman melalui water bombing.
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.
Berita Terkait
Berita Terkini
Terpopuler
- 1Penyaluran Bansos Tahap 4 Oktober 2026 Segera Berakhir, Cek Tanda Bantuan Siap Cair
- 2Dokter Muda di Palembang Laporkan Dugaan Penganiayaan oleh Mertua, Leher Dicekik hingga HP Dibanting
- 3Pencairan Bansos PKH BPNT Tahap 4 Oktober 2026 Segera Berakhir, Bagaimana BLT Kesra?
- 4Sumsel United Curi Poin di Menit Akhir, Nasuha Siapkan Evaluasi Jelang Hadapi Semen Padang
- 5Harga Emas Perhiasan Palembang Turun Tipis Hari Ini, Cek Rincian Terbarunya
- 6Hari Ini 28 Oktober 2026 Libur atau Tidak? Cek Ketentuan SKB 3 Menteri
- 7Link dan Panduan Cek Desil Bansos Online Oktober 2026, Cukup Pakai HP Bisa dari Mana Saja
- 8PLN Palembang Jadwalkan Pemadaman Listrik 2,5 Jam Siang Ini, Cek Lokasi Terdampaknya
- 9Lindungi Warga dari Asap Karhutla, Puskesmas di Sumsel Diminta Buka 24 Jam
- 105.303 Jemaah Haji Debarkasi Palembang Sudah Kembali, Empat Kloter Masih Ditunggu









