Sumsel

Karhutla Kembali Nyala di Kebun Raya Sriwijaya, 3 Regu Dikerahkan

Kurnia | 11 September 2026, 15:00 WIB
Karhutla Kembali Nyala di Kebun Raya Sriwijaya, 3 Regu Dikerahkan
Karhutla Kembali Nyala di Kebun Raya Sriwijaya, 3 Regu Dikerahkan. (Manggala Agni)

AKURAT.CO SUMSEL Upaya pemadaman kebakaran hutan dan lahan (karhutla) di Sumatra Selatan belum sepenuhnya berakhir. Api di kawasan Kebun Raya Sriwijaya, Kabupaten Ogan Ilir, kembali muncul setelah sebelumnya ditargetkan dapat dipadamkan.

Kondisi tersebut membuat personel Manggala Agni kembali dikerahkan untuk melakukan pemadaman pada Jumat (11/9/2026). Penanganan kebakaran di kawasan tersebut kini telah memasuki hari kedelapan.

Kepala Balai Pengendalian Kebakaran Hutan Wilayah Sumatera Kementerian Kehutanan, Ferdian Krisnanto, mengatakan api kembali terlihat di bagian belakang kawasan Kebun Raya Sriwijaya.

"Seharusnya kemarin target selesai. Siang malah ada lagi, nyala di bagian belakang. Jadi hari ini kita kerjakan lagi," kata Ferdian, Jumat (11/9/2026).

Untuk mempercepat penanganan, Manggala Agni mengerahkan tiga regu ke lokasi. Dua regu berasal dari Banyuasin, sedangkan satu regu lainnya merupakan personel bantuan dari Sarolangun.

Baca Juga: iPhone 18 Pro Series Resmi Meluncur, Cek Harga dan Jadwal Pre Ordernya

Menurut Ferdian, pengerahan personel harus diatur secara bergantian karena masih terdapat sejumlah titik karhutla yang membutuhkan penanganan di Sumsel.

"Kami terus melakukan pengaturan-pengaturan rolling-an," ujarnya.

Selain Kebun Raya Sriwijaya, pemadaman juga masih dilakukan di beberapa wilayah lain. Lokasi yang menjadi konsentrasi penanganan antara lain Suaka Margasatwa Padang Sugihan, Pangkalan Lampam dan Sungai Bungin di Ogan Komering Ilir (OKI), Muara Medak di Musi Banyuasin, Sungai Rotan di Muara Enim, serta sejumlah titik di Ogan Ilir.

Di Ogan Ilir, personel bahkan masih melakukan pemadaman hingga dini hari di kawasan Sungai Rambutan.

"Untuk Ogan Ilir, personel Manggala Agni bahkan masih melakukan pemadaman hingga dini hari di kawasan Sungai Rambutan," kata Ferdian.

Pemerintah juga mengandalkan Operasi Modifikasi Cuaca (OMC) untuk membantu penanganan karhutla. Namun, operasi tersebut untuk sementara belum dapat dilanjutkan karena kondisi atmosfer belum menunjukkan potensi awan yang cukup untuk penyemaian.

OMC terakhir dilaksanakan pada Kamis (10/9/2026). Dalam kegiatan tersebut, dua sortie penerbangan dilakukan dengan sasaran wilayah Banyuasin, Musi Banyuasin, OKI, Ogan Ilir, dan Ogan Komering Ulu (OKU).

"Hari ini belum terbang lagi karena belum terlihat potensi awan," jelas Ferdian.

Dengan kembali munculnya api di Kebun Raya Sriwijaya dan masih adanya sejumlah titik karhutla di wilayah lain, upaya pemadaman di Sumsel masih terus dilakukan.

Bagikan:
  • Share to WhatsApp
  • Share to X (Twitter)
  • Share to Facebook

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.

K
Reporter
Kurnia
K
Editor
Kurnia