Sengkarut Macet Horor Jalinsum Palembang-Jambi Terungkap, Kapolda Sumsel Sentil Truk ODOL

AKURAT.CO SUMSEL Misteri kemacetan panjang yang sempat melumpuhkan jalur lintas Sumatera (Jalinsum) ruas Palembang-Jambi akhirnya terjawab. Kapolda Sumatera Selatan, Irjen Pol Shandi Nugroho, mengungkapkan bahwa biang kerok kemacetan horor tersebut adalah insiden teknis kendaraan berat di titik krusial.
Dua unit truk yang mengalami patah as roda dan tergelincir di tengah jalan menjadi pemicu utama antrean kendaraan yang mengular hingga viral di media sosial beberapa waktu lalu.
Baca Juga: Tergiur Investasi Pulsa Untung Cepat, Wanita di Palembang Tertipu Rp42 Juta
Jenderal bintang dua tersebut memastikan, pasca-evakuasi kedua truk yang menghalangi badan jalan, arus mudik di wilayah Banyuasin hingga Bayung Lencir kini sudah berangsur normal.
"Arus mudik di Banyuasin dan Bayung Lencir sekarang sudah lancar berkat kerja keras anggota di lapangan. Kemacetan kemarin murni dipicu truk patah as dan tergelincir," tegas Shandi, Rabu (18/3/2026).
Namun, Shandi memberikan catatan keras. Ia menekankan bahwa insiden ini harus menjadi pelajaran bagi para pengusaha angkutan dan pengemudi. Ia menyentil kendaraan sumbu dua yang masih nekat melanggar aturan pembatasan, terutama kendaraan yang melebihi kapasitas atau Over Dimension Over Load (ODOL).
Menanggapi video viral mengenai penutupan Jalan Lintas Timur (Jalintim), Kapolda menjelaskan bahwa langkah tersebut bukan tanpa alasan. Kebijakan itu merupakan hasil koordinasi strategis antara Polda Sumsel, Polda Jambi, dan Polda Riau.
"Langkah (penyekatan) itu diambil untuk menekan volume kendaraan yang masuk ke titik jenuh, sehingga kemacetan di pusat kendala bisa segera diurai," jelasnya.
Di sisi lain, Dirlantas Polda Sumsel, Kombes Pol Maesa Soegriwo, menambahkan bahwa meski jalur utama sudah terbuka, kepadatan masih membayangi di beberapa titik. Selain sisa dampak truk terguling di Bayung Lencir, aktivitas pasar tumpah dan perilaku pengemudi yang tidak tertib menjadi tantangan tersendiri.
"Masih ada kepadatan karena pasar tumpah. Selain itu, ada pengemudi yang mencoba melawan arus (ngeblong), yang justru memicu simpul kemacetan baru," kata Maesa.
Guna mengantisipasi kemacetan susulan, tim gabungan dari Dit Samapta, Dit Lantas, hingga jajaran Polres Muba telah melakukan skema pengantongan kendaraan.
Kendaraan sumbu tiga ke atas kini diminta menepi sementara di kantong parkir wilayah Palembang, Ogan Ilir, OKI, dan Banyuasin untuk memprioritaskan arus kendaraan pribadi.
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.
Berita Terkait
Berita Terkini

Terpopuler
- 1Harga BBM Pertamina, Vivo, Shell dan BP Rabu 16 September 2026
- 2BMKG Prediksi 12 Daerah Sumsel Akan Dilanda Hujan Besok, Cek Daftar Wilayahnya
- 3Desil 1- 4 Dapat Bansos Apa Saja September 2026? Cek Daftarnya di Sini
- 4Cek Bansos Kemensos September 2026, BPNT Rp600 000 Siap Cair
- 5Antrean BBM di Palembang Tembus 10 Jam, Herman Deru Soroti Pasokan Pertalite dan Bio Solar
- 6Ramai Isu Gempa Megathrust Ancam Indonesia, Apa Saja yang Harus Disiapkan?
- 75 Ramalan Zodiak Hari Ini: Ada Peluang Baru hingga Kabar Tak Terduga
- 87 Daerah Sumsel Berstatus Awas Kekeringan, Palembang dan Prabumulih Siaga
- 9Lindungi Warga dari Asap Karhutla, Puskesmas di Sumsel Diminta Buka 24 Jam
- 105.303 Jemaah Haji Debarkasi Palembang Sudah Kembali, Empat Kloter Masih Ditunggu







