Tanggapi Asap Karhutla Sumsel Menyebar, Herman Deru: Bagaimana Menuduhnya?

AKURAT.CO SUMSEL Gubernur Sumatera Selatan (Sumsel) Herman Deru mempertanyakan dasar yang digunakan untuk menyebut asap kebakaran hutan dan lahan (karhutla) dari Sumsel menyebar hingga ke provinsi tetangga.
Menurut Deru, pergerakan asap dipengaruhi angin sehingga asalnya tidak bisa langsung disimpulkan hanya berdasarkan kondisi di suatu wilayah.
"Saya pikir, susah saya menanggapinya. Kawan-kawan saya yang ngomong. Bagaimana menuduhnya asap dari Sumsel?" kata Deru saat ditemui, Rabu (16/9/2026).
Deru bahkan melontarkan sindiran untuk menggambarkan sulitnya memastikan asal asap yang terbawa angin.
"Ada BG-nya (pelat kendaraan) apa? BG sekian asapnya?" ujarnya.
Ia menilai perlu ada dasar yang jelas untuk memastikan sumber asap sebelum mengaitkannya dengan wilayah tertentu.
Meski mempertanyakan asal asap, Deru memastikan penanganan karhutla di Sumsel terus dilakukan. Pemerintah daerah bersama TNI dan Polri masih melakukan upaya pemadaman serta pencegahan melalui Satgas Darat dan Satgas Udara.
Baca Juga: Dikepung Asap, Kualitas Udara di Palembang Berbahaya
Baca Juga: Dikepung Asap, Kualitas Udara di Palembang Berbahaya
Deru juga meminta masyarakat ikut berperan mencegah munculnya titik api, termasuk dari sumber api yang terlihat kecil.
Menurutnya, api yang awalnya kecil dapat kembali membesar dan menyebar ketika terbawa angin.
"Kita juga minta partisipasi aktif masyarakat, paling tidak untuk mencegah hal-hal kecil yang kadang tidak disangka. Sebab, terjadi satu dibawa angin kemudian timbul lagi karhutla," tegasnya.
Deru mengatakan penanganan karhutla tidak bisa hanya mengandalkan pemerintah. Keterlibatan masyarakat diperlukan untuk mencegah munculnya kebakaran baru di tengah kondisi kemarau.
"Pemda, TNI, Polri, sudah terus berupaya keras, namun peran serta masyarakat juga penting sambil kita menunggu hujan," katanya.
Ia berharap datangnya musim penghujan dapat membantu mengurangi risiko karhutla. Berdasarkan perkiraan yang disampaikannya, musim penghujan diproyeksikan mulai masuk pada awal November.
Sembari menunggu hujan, Deru meminta seluruh pihak tetap waspada terhadap potensi munculnya titik api di wilayah Sumsel.
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.
Berita Terkait
Berita Terkini
Terpopuler
- 1Sumsel Bakal Dilanda Hujan Deras Sepanjang Hari Besok, Masyarakat Diimbau Waspada Cuaca Ekstrem
- 2PLN Palembang Jadwalkan Pemadaman Listrik 2 Kali Hari Ini, Cek Lokasi Terdampaknya
- 3Cek Harga Emas Perhiasan Palembang Senin 2 November 2026, Naik atau Turun?
- 4BSU Kemnaker Cair November 2026, Cek Syarat Penerima dan Besaran Bantuan
- 5Harga Emas Perhiasan Palembang Anjlok Hari Ini, Termurah Tembus Rp13,5 Juta per Suku
- 6Daftar 28 Perusahaan dalam Job Fair Sumsel 2026, Ada Ritel Sampai Keuangan
- 7Ramalan Zodiak Hari Ini 31 Oktober 2026, Bagaimana Nasib Asmara dan Keuanganmu?
- 8Kapan BSU Kemnaker 2026 Cair? Cek Jadwal dan Besaran Bantuannya di Sini
- 9Lindungi Warga dari Asap Karhutla, Puskesmas di Sumsel Diminta Buka 24 Jam
- 105.303 Jemaah Haji Debarkasi Palembang Sudah Kembali, Empat Kloter Masih Ditunggu









