Sumsel

Asap Karhutla Sumsel Disebut Menyebar ke Wilayah Lain, Ini Kata BMKG

Kurnia | 17 September 2026, 17:15 WIB
Asap Karhutla Sumsel Disebut Menyebar ke Wilayah Lain, Ini Kata BMKG
Kabut asap kepung Kota Palembang.

AKURAT.CO SUMSEL Asal asap kebakaran hutan dan lahan (karhutla) yang disebut bergerak dari Sumatera Selatan (Sumsel) ke sejumlah wilayah lain hingga kini belum dapat dipastikan.

Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) Sumsel menyatakan belum memiliki perangkat yang dapat memastikan secara langsung sumber maupun jalur pergerakan asap dari karhutla.

Kepala Stasiun Klimatologi Kelas I Sumsel Wandayantolis mengatakan pihaknya memang menerima informasi mengenai dugaan asap dari Sumsel yang bergerak ke provinsi tetangga. Bahkan, informasi tersebut menyebut asap telah mencapai Malaysia dan Singapura.

Namun, informasi itu belum dapat dikonfirmasi melalui pemantauan meteorologi.

“Iya kami dengar begitu juga (asap dari Sumsel ke provinsi tetangga), tapi kami tidak punya tool untuk memastikan,” kata Wandayantolis, Rabu (16/9/2026).

Baca Juga: BNNP Sumsel Musnahkan 45,5 Kg Sabu dan 9.439 Butir Ekstasi dari Jaringan Malaysia-Palembang-PALI

Menurut dia, keberadaan asap di suatu wilayah tidak serta-merta dapat menjadi dasar untuk menyimpulkan sumber asap berasal dari Sumsel.

Hal tersebut lantaran titik panas atau hotspot juga terpantau di sejumlah wilayah lain di sekitar Sumsel, termasuk Jambi dan Riau.

“Belum tentu yang dari Sumsel, karena hotspot terpantau di Jambi dan Riau juga,” ujarnya.

Pernyataan tersebut sejalan dengan respons Gubernur Sumsel Herman Deru terkait isu asap karhutla yang disebut menyebar ke provinsi tetangga.

Deru sebelumnya meminta adanya dasar yang jelas untuk memastikan asal asap sebelum menyimpulkan bahwa asap yang berada di wilayah lain berasal dari Sumsel.

“Saya pikir, susah saya menanggapinya. Kawan-kawan saya yang ngomong. Bagaimana menuduhnya asap dari Sumsel?” kata Deru saat ditemui, Rabu (16/9/2026).

Deru juga menggambarkan sulitnya memastikan asal asap yang bergerak mengikuti kondisi angin dengan menggunakan perumpamaan pelat kendaraan.

“Ada BG-nya (pelat kendaraan) apa? BG sekian asapnya?” ujarnya.

Menurut Deru, pergerakan asap sangat dipengaruhi oleh arah angin. Karena itu, diperlukan dasar dan pemantauan yang dapat memastikan sumber asap sebelum dikaitkan dengan wilayah tertentu.

Di sisi lain, pemerintah Sumsel masih melakukan penanganan karhutla melalui berbagai upaya pemadaman dan pengendalian kebakaran di sejumlah daerah.

Bagikan:
  • Share to WhatsApp
  • Share to X (Twitter)
  • Share to Facebook

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.

K
Reporter
Kurnia
K
Editor
Kurnia