Sumsel

Penyerapan Beras PSO Bulog Sumsel-Babel Diprediksi Melampaui Target Tiga Kali Lipat pada 2025

Maman Suparman | 15 Januari 2025, 15:45 WIB
Penyerapan Beras PSO Bulog Sumsel-Babel Diprediksi Melampaui Target Tiga Kali Lipat pada 2025

AKURAT.CO SUMSEL Perum Bulog Wilayah Sumatra Selatan (Sumsel) dan Bangka Belitung (Babel) menargetkan penyerapan beras untuk Program Stabilitas Harga Pangan (PSO) pada 2025 mencapai 100 ribu ton, angka yang melampaui target tahun sebelumnya lebih dari tiga kali lipat.

Pimpinan Wilayah Perum Bulog Sumsel-Babel, Elis Nurhayati, menjelaskan bahwa meskipun target tersebut masih bersifat sementara, pihaknya sangat optimistis dapat mencapai atau bahkan melebihi angka tersebut.

"Pada tahun lalu, Bulog Sumsel-Babel berhasil menyerap beras PSO mencapai 31.440 ton, atau 104,8 persen dari target 30.000 ton yang telah ditetapkan," ujarnya, Rabu (15/1/2025).

Elis menyampaikan, selain beras PSO, penyerapan gabah dan beras komersial juga tercatat menunjukkan angka yang signifikan. Pada 2024, penyerapan beras komersial hanya mencapai 6.866 ton, atau 65,3 persen dari target yang ditetapkan sebesar 10.500 ton.

"Namun, untuk gabah komersial, penyerapan melampaui ekspektasi dengan 41.720 ton, jauh lebih tinggi dari target yang hanya 2.864 ton. Secara keseluruhan, total pengadaan beras dan gabah pada 2024 mencapai 80.026 ton, atau 185 persen dari target yang direncanakan," jelasnya.

Baca Juga: Kopi Sumsel Mulai Tembus Pasar Internasional, Kirim Ekspor Perdana ke Australia dan Malaysia

Menghadapi tahun 2025, Bulog Sumsel-Babel masih menunggu penetapan target resmi dari kantor pusat, namun Elis mengungkapkan bahwa angka yang ditetapkan tidak akan jauh berbeda dari target sementara yang telah diumumkan.

“Kami siap melakukan penyerapan maksimal, mengingat adanya kenaikan harga pokok produksi (HPP) gabah dan beras, yang akan mendukung pencapaian target,” katanya.

Kenaikan HPP gabah yang semula Rp6.000 menjadi Rp6.500 per kilogram, serta beras dari Rp11.000 menjadi Rp12.000 per kilogram, diprediksi akan mempermudah Bulog dalam melakukan penyerapan.

Meski demikian, Elis menegaskan bahwa pihaknya siap untuk menyerap lebih dari angka yang ditargetkan, asalkan panen tersedia.

“Kami akan terus berusaha maksimal untuk memastikan target penyerapan tercapai. Bahkan, jika ada lebih banyak hasil panen yang dapat diserap, kami siap melakukannya,” tandas Elis. (Kurnia)

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.

M
K
Editor
Kurnia