Harga Cabai di Palembang Anjlok, Panen Raya dan Cuaca Jadi Pemicu Utama

AKURAT.CO SUMSEL Harga cabai di sejumlah pasar tradisional Kota Palembang merosot tajam dalam beberapa pekan terakhir.
Jika pada awal April sempat menembus Rp60 ribu hingga Rp80 ribu per kilogram, kini cabai dijual dengan harga jauh lebih murah, bahkan hanya di kisaran Rp28 ribu per kilogram.
Pantauan di Pasar 16 Ilir Palembang, Rabu (30/4/2025), harga cabai rawit merah dijual Rp32 ribu per kilogram. Sementara cabai merah keriting Rp40 ribu dan cabai hijau paling murah dengan harga Rp24 ribu per kilogram.
“Turun banyak sekarang. Cabai hijau paling murah, cuma Rp24 ribu per kilo,” ujar Imah, seorang pedagang cabai di pasar tersebut.
Tak hanya cabai, harga komoditas lain seperti bawang juga mulai melandai. Bawang putih yang sebelumnya sempat menyentuh Rp50 ribu per kilogram kini dijual Rp40 ribu, sedangkan bawang merah berada di kisaran Rp44 ribu per kilogram.
Baca Juga: Ledakan Transaksi QRIS di Sumsel, Tumbuh 316 Persen, Palembang Jadi Kontributor Terbesar
Kepala Bidang Stabilisasi dan Sarana Distribusi Perdagangan Dinas Perdagangan (Disdag) Palembang, Elsa Noviani, menjelaskan bahwa penurunan harga ini dipengaruhi oleh sejumlah faktor. Salah satunya adalah peralihan musim yang berdampak pada produksi pertanian.
“Perubahan cuaca atau pancaroba memengaruhi pola tanam dan hasil panen petani, sehingga stok meningkat di pasar,” jelas Elsa.
Selain faktor cuaca, panen raya cabai yang terjadi di beberapa daerah turut menyumbang pasokan berlimpah di pasar. Ditambah dengan permintaan konsumen yang cenderung stagnan, kondisi ini menyebabkan harga cabai mengalami tekanan cukup dalam.
“Pasokan meningkat drastis karena panen raya. Sementara permintaan tidak terlalu tinggi, sehingga harga turun,” ujarnya.
Elsa juga menyebutkan bahwa persaingan antarpenjual turut menjadi faktor penekan harga. Pasokan cabai dari luar daerah memperbesar volume distribusi yang beredar di Palembang.
“Dengan meningkatnya suplai dari luar wilayah, persaingan makin ketat dan membuat harga semakin kompetitif,” tambahnya.
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.
Berita Terkait
Berita Terkini









