Dinkes Sumsel Selidiki Dugaan Keracunan MBG di Empat Lawang Sumsel

AKURAT.CO SUMSEL Dinas Kesehatan (Dinkes) Sumatera Selatan (Sumsel) bergerak cepat menyusul laporan adanya keluhan kesehatan yang dialami sejumlah siswa SDN 7 Tebing Tinggi setelah mengonsumsi Makanan Bergizi Gratis (MBG), Selasa (18/2/2025).
Tim Dinkes Kabupaten Empat Lawang langsung diterjunkan ke lokasi untuk melakukan pemeriksaan.
Berdasarkan data yang dihimpun, delapan siswa terdampak terdiri dari tujuh siswa kelas 3 dan satu siswa kelas 4.
Mereka mengalami gejala seperti mual, muntah, nyeri ulu hati, pusing, sakit perut, hingga sesak napas. Dari delapan siswa tersebut, tiga sempat menjalani perawatan dengan infus dan observasi di puskesmas setempat.
“Kami langsung melakukan survei dan pemeriksaan di puskesmas. Memang ada beberapa siswa yang mengalami gejala tersebut setelah mengonsumsi makanan MBG. Namun, seluruh siswa sudah mendapatkan penanganan medis yang diperlukan,” ujar Kepala Dinas Kesehatan Sumsel, Trisnawarman, Kamis (20/2/2025).
Menurutnya, tujuh siswa diperbolehkan pulang pada pukul 21.00 WIB, sementara satu siswa bernama Monalica baru dipulangkan keesokan harinya sekitar pukul 09.00 WIB setelah kondisinya membaik.
Sebagai langkah tindak lanjut, tim Dinkes juga mengambil sampel makanan dari sekolah dan catering Dua Sepakat yang bertanggung jawab atas distribusi MBG tersebut.
Sampel makanan kemudian dikirim ke Balai Teknik Kesehatan Lingkungan (BTKL) Palembang untuk diuji lebih lanjut guna mengetahui kemungkinan adanya kandungan berbahaya dalam makanan.
“Kami masih menunggu hasil uji laboratorium untuk memastikan penyebab keluhan kesehatan para siswa,” tambahnya.
Baca Juga: BBPOM Palembang Uji Sampel MBG Empat Lawang, Tunggu Hasil Laboratorium
Diketahui, pada hari kejadian, sebanyak 3.100 paket MBG telah didistribusikan ke berbagai sekolah di Tebing Tinggi. Rinciannya, TK Aulia 2 menerima 14 paket untuk siswa dan satu guru, SDN 5 menerima 395 paket, SDN 7 menerima 253 paket, dan SDN 8 menerima 711 paket.
Selain itu, SMPN 1 mendapat 839 paket, MAN 1 menerima 167 paket, dan SMAN 1 memperoleh 713 paket.
“Total keseluruhan makanan yang didistribusikan mencapai 3.100 porsi,” tutup Trisnawarman.
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.
Berita Terkait
Berita Terkini








