Produksi Naik 700.000 Ton, Sumsel Minta Kewenangan Ekspor Mandiri untuk Dukung Tanjung Carat

AKURAT.CO SUMSEL Pemerintah Provinsi Sumatra Selatan (Pemprov Sumsel) terus memacu sektor pertaniannya dengan ambisi besar untuk menembus target tiga besar lumbung pangan nasional.
Fokus utama dorongan ini diarahkan ke Kabupaten Banyuasin, yang saat ini telah menyandang predikat daerah penghasil gabah terbesar kedua di Indonesia, untuk naik ke posisi puncak.
Gubernur Sumsel, Herman Deru, menyatakan keyakinannya bahwa target tersebut dapat terealisasi dalam waktu dekat.
"Sekarang Banyuasin sudah menjadi sorotan pemerintah pusat. Predikat ini saya yakin akan bisa diraih Banyuasin tahun depan dengan menjadi daerah penghasil gabah terbesar di Indonesia," ungkap Gubernur Herman Deru, Senin (1/12/2025).
Keberhasilan Banyuasin, khususnya dalam program cetak sawah, dinilai sebagai faktor kunci yang tidak hanya meningkatkan produktivitas, tetapi juga membuka lapangan kerja baru dan menaikkan pendapatan masyarakat sekitar.
Baca Juga: SAR Palembang Kirim Pasukan Khusus dan Peralatan ke Sumbar, Bantu Evakuasi Korban Banjir Maut
Program ini juga menjadikan Banyuasin sebagai daerah penyangga stabilitas pangan penting di tingkat nasional.
"Dulu lahan ini tidak produktif, sekarang kita buka untuk diharapkan bisa menjadi pekerjaan baru bagi masyarakat sekitar," jelas Herman Deru.
Secara keseluruhan, kinerja sektor pertanian Sumsel menunjukkan peningkatan signifikan. Provinsi ini berhasil melompat dari peringkat kedelapan menjadi peringkat kelima daerah penghasil padi terbesar di Indonesia. Capaian ini diharapkan sejalan dengan program swasembada pangan pemerintah pusat.
"Sangat membanggakan, kita belum tutup akhir tahun, hasil pertanian kita sudah meningkat sebanyak 700.000 Ton. Artinya, masih ada kemungkinan untuk hasil yang lebih tinggi lagi ke depan," tambahnya.
Dengan surplus dan peningkatan produksi yang jelas, Pemprov Sumsel kini membidik kewenangan dari pemerintah pusat untuk dapat melakukan ekspor hasil pertanian secara mandiri.
Langkah ini bertujuan ganda meningkatkan daya saing dan produktivitas petani lokal, serta mempercepat terwujudnya Pelabuhan Tanjung Carat sebagai pelabuhan ekspor baru di wilayah Sumatra Bagian Selatan (Sumbagsel).
"Kita berharap Sumsel meningkat lagi peringkat swasembada pangan. Dulu kita delapan besar, lalu sekarang lima besar berharap ke depan kita masuk di tiga besar," tutupnya.
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.
Berita Terkait
Berita Terkini


Terpopuler
- 1Penyaluran Bansos Tahap 4 Oktober 2026 Segera Berakhir, Cek Tanda Bantuan Siap Cair
- 2Dokter Muda di Palembang Laporkan Dugaan Penganiayaan oleh Mertua, Leher Dicekik hingga HP Dibanting
- 3Pencairan Bansos PKH BPNT Tahap 4 Oktober 2026 Segera Berakhir, Bagaimana BLT Kesra?
- 4Hari Ini 28 Oktober 2026 Libur atau Tidak? Cek Ketentuan SKB 3 Menteri
- 5Harga Emas Perhiasan Palembang Turun Tipis Hari Ini, Cek Rincian Terbarunya
- 6Sumsel United Curi Poin di Menit Akhir, Nasuha Siapkan Evaluasi Jelang Hadapi Semen Padang
- 7PLN Palembang Jadwalkan Pemadaman Listrik 2,5 Jam Siang Ini, Cek Lokasi Terdampaknya
- 8Link dan Panduan Cek Desil Bansos Online Oktober 2026, Cukup Pakai HP Bisa dari Mana Saja
- 9Lindungi Warga dari Asap Karhutla, Puskesmas di Sumsel Diminta Buka 24 Jam
- 105.303 Jemaah Haji Debarkasi Palembang Sudah Kembali, Empat Kloter Masih Ditunggu







