SAR Palembang Kirim Pasukan Khusus dan Peralatan ke Sumbar, Bantu Evakuasi Korban Banjir Maut

AKURAT.CO SUMSEL Kantor Pencarian dan Pertolongan (SAR) Palembang segera mengambil tindakan cepat dalam merespons bencana banjir dan longsor parah yang melanda Sumatra Barat (Sumbar).
Sebanyak 15 personel terbaik dikerahkan untuk memperkuat tim evakuasi di lokasi bencana, membawa serta peralatan SAR vital guna mempercepat operasi.
Pengiriman tim ini merupakan wujud solidaritas dan keseriusan Basarnas dalam penanganan darurat bencana di wilayah Sumatra.
"Tim sudah diberangkatkan sejak Sabtu (29/11/2025) lalu dan langsung akan bergabung dalam pencarian korban bencana," ujar Kepala SAR Palembang, Raymond Konstantin, saat dikonfirmasi, Senin (1/12/2025).
Pengerahan tim SAR Palembang ini adalah tindak lanjut dari instruksi resmi Kepala Basarnas, Marsekal Madya TNI Mohammad Syafii.
Ia secara langsung memerintahkan Kantor SAR Palembang sebagai Unit Pelaksana Teknis (UPT) untuk segera memperkuat Operasi SAR di Sumbar yang tengah menghadapi situasi kritis.
Raymond Konstantin berharap, keterlibatan personel dan peralatan dari Palembang ini dapat meningkatkan efisiensi proses evakuasi.
"Dengan keterlibatan unsur SAR Palembang, kita berharap proses evakuasi berlangsung dengan lancar dan efektif guna meminimalisir bertambahnya korban jiwa, serta memulihkan kondisi masyarakat yang terdampak secepat mungkin," jelas Raymond.
Fokus penanganan bencana Basarnas saat ini mencakup seluruh wilayah Sumatra yang dilanda banjir, termasuk Aceh.
Data terbaru dari Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB) per 30 November 2025 mengindikasikan bahwa bencana banjir dan longsor telah mencapai level krisis kemanusiaan di Pulau Sumatra, dengan total 442 korban meninggal dan 402 orang masih dinyatakan hilang. Secara rinci, dampak terbesar dirasakan di Sumatra Utara dengan 217 korban tewas yang tersebar di beberapa wilayah, termasuk Tapanuli Tengah, Sibolga, Deli Serdang, dan Nias.
Sementara itu, di Sumatra Barat, tercatat 129 jiwa meninggal dan 118 orang hilang, memaksa sebanyak 77.918 warga (11.820 KK) mengungsi, terutama di Kota Padang dan Kabupaten Pesisir Selatan. Kondisi serupa juga terjadi di Aceh, di mana 96 orang meninggal dan 75 warga hilang, dengan jumlah pengungsi mencapai lebih dari 62.000 KK.
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.
Berita Terkait
Berita Terkini
Terpopuler
- 1Desil 1- 4 Dapat Bansos Apa Saja September 2026? Cek Daftarnya di Sini
- 2Harga BBM Pertamina, Vivo, Shell dan BP Rabu 16 September 2026
- 3PLN Palembang Jadwalkan Pemadaman Listrik Besok Jumat 18 September 2026, Cek Daftar Wilayah Terdampak
- 4BMKG Prediksi 16 Daerah Sumsel Dilanda Hujan Besok, Sebagian Sejak Pagi Sampai Malam
- 510 Daerah di Sumsel Dilanda Hujan Sore Ini, Sebagian Disertai Petir
- 6Cek Bansos Kemensos, Bantuan Beras 30 Kg September 2026 Siap Disalurkan
- 75 Ramalan Zodiak Hari Ini: Ada Peluang Baru hingga Kabar Tak Terduga
- 8Bansos BPNT Masuk Penyaluran Tahap 3 September 2026, Cek Status Pencairannya di Sini
- 9Lindungi Warga dari Asap Karhutla, Puskesmas di Sumsel Diminta Buka 24 Jam
- 105.303 Jemaah Haji Debarkasi Palembang Sudah Kembali, Empat Kloter Masih Ditunggu









