Sumsel

SAR Palembang Kirim Pasukan Khusus dan Peralatan ke Sumbar, Bantu Evakuasi Korban Banjir Maut

Maman Suparman | 1 Desember 2025, 16:07 WIB
SAR Palembang Kirim Pasukan Khusus dan Peralatan ke Sumbar, Bantu Evakuasi Korban Banjir Maut

AKURAT.CO SUMSEL Kantor Pencarian dan Pertolongan (SAR) Palembang segera mengambil tindakan cepat dalam merespons bencana banjir dan longsor parah yang melanda Sumatra Barat (Sumbar).

Sebanyak 15 personel terbaik dikerahkan untuk memperkuat tim evakuasi di lokasi bencana, membawa serta peralatan SAR vital guna mempercepat operasi.

Pengiriman tim ini merupakan wujud solidaritas dan keseriusan Basarnas dalam penanganan darurat bencana di wilayah Sumatra.

"Tim sudah diberangkatkan sejak Sabtu (29/11/2025) lalu dan langsung akan bergabung dalam pencarian korban bencana," ujar Kepala SAR Palembang, Raymond Konstantin, saat dikonfirmasi, Senin (1/12/2025). 

Pengerahan tim SAR Palembang ini adalah tindak lanjut dari instruksi resmi Kepala Basarnas, Marsekal Madya TNI Mohammad Syafii.

Baca Juga: Fenomena Kayu Gelondongan Pascabanjir Sumatera Picu Dugaan Pembalakan Liar, Menhut Soroti Evaluasi Total Tata Kelola Hutan

Ia secara langsung memerintahkan Kantor SAR Palembang sebagai Unit Pelaksana Teknis (UPT) untuk segera memperkuat Operasi SAR di Sumbar yang tengah menghadapi situasi kritis.

Raymond Konstantin berharap, keterlibatan personel dan peralatan dari Palembang ini dapat meningkatkan efisiensi proses evakuasi.

"Dengan keterlibatan unsur SAR Palembang, kita berharap proses evakuasi berlangsung dengan lancar dan efektif guna meminimalisir bertambahnya korban jiwa, serta memulihkan kondisi masyarakat yang terdampak secepat mungkin," jelas Raymond.

Fokus penanganan bencana Basarnas saat ini mencakup seluruh wilayah Sumatra yang dilanda banjir, termasuk Aceh.

Data terbaru dari Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB) per 30 November 2025 mengindikasikan bahwa bencana banjir dan longsor telah mencapai level krisis kemanusiaan di Pulau Sumatra, dengan total 442 korban meninggal dan 402 orang masih dinyatakan hilang. Secara rinci, dampak terbesar dirasakan di Sumatra Utara dengan 217 korban tewas yang tersebar di beberapa wilayah, termasuk Tapanuli Tengah, Sibolga, Deli Serdang, dan Nias.

Sementara itu, di Sumatra Barat, tercatat 129 jiwa meninggal dan 118 orang hilang, memaksa sebanyak 77.918 warga (11.820 KK) mengungsi, terutama di Kota Padang dan Kabupaten Pesisir Selatan. Kondisi serupa juga terjadi di Aceh, di mana 96 orang meninggal dan 75 warga hilang, dengan jumlah pengungsi mencapai lebih dari 62.000 KK.

Bagikan:
  • Share to WhatsApp
  • Share to X (Twitter)
  • Share to Facebook

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.

M
K
Editor
Kurnia