Sumsel

BPBD Sumsel Catat 783 Kasus Karhutla hingga Akhir Oktober, Ogan Ilir Jadi Wilayah Terparah

Maman Suparman | 30 Oktober 2025, 20:58 WIB
BPBD Sumsel Catat 783 Kasus Karhutla hingga Akhir Oktober, Ogan Ilir Jadi Wilayah Terparah

AKURAT.CO SUMSEL Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Provinsi Sumatera Selatan mencatat sebanyak 783 kasus kebakaran hutan dan lahan (karhutla) terjadi di berbagai daerah di Sumsel hingga 27 Oktober 2025.

Angka ini menunjukkan peningkatan signifikan dalam sepekan terakhir, seiring dengan kondisi cuaca panas ekstrem dan minimnya curah hujan.

Kalaksa BPBD Sumsel, M Iqbal Syahbana melalui Kabid Penanganan Darurat BPBD Sumsel, Sudirman, mengungkapkan bahwa dalam enam hari terakhir saja, terdapat tambahan 52 kejadian baru.

“Total hingga 27 Oktober 2025 sudah ada 783 kejadian karhutla. Dalam enam hari terakhir saja terjadi penambahan 52 kasus,” ujar Sudirman, Rabu (29/10/2025).

Menurutnya, peningkatan jumlah kebakaran tidak hanya disebabkan faktor cuaca kering, tetapi juga masih maraknya praktik membuka lahan dengan cara membakar.

“Cuaca kering yang berkepanjangan membuat semak dan dedaunan kering mudah terbakar. Namun, faktor manusia juga tetap dominan, terutama kebiasaan membuka lahan dengan cara membakar,” jelasnya.

Baca Juga: Misteri Dana Rp 2,1 Triliun di Bank Sumsel Babel, Pemprov Sumsel Tegaskan Tak Ada Uang Mengendap

Beberapa daerah yang mengalami lonjakan kejadian karhutla meliputi Ogan Komering Ilir (OKI), Banyuasin, Muara Enim, dan Penukal Abab Lematang Ilir (PALI).
Pada 27 Oktober 2025, tercatat ada 15 titik baru, masing-masing di Banyuasin (7 kasus), OKI (3), PALI (3), dan Muara Enim (2).

BPBD Sumsel bersama tim gabungan telah mengerahkan helikopter water bombing dan satgas darat untuk memadamkan api di sejumlah lokasi.

“Upaya pemadaman terus dilakukan baik melalui udara maupun darat. Kami juga melakukan pemantauan ketat di wilayah rawan,” imbuh Sudirman.

Berdasarkan data BPBD Sumsel, Kabupaten Ogan Ilir menjadi daerah dengan jumlah karhutla terbanyak, mencapai 194 kasus, disusul Musi Banyuasin (138 kasus), OKI (137 kasus), Banyuasin (103 kasus), Muara Enim (82 kasus), PALI (78 kasus), dan Musi Rawas (43 kasus).

“Daerah-daerah tersebut masuk zona merah karhutla dan menjadi prioritas utama dalam penanganan di lapangan,” tegasnya.

Bagikan:
  • Share to WhatsApp
  • Share to X (Twitter)
  • Share to Facebook

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.

M
K
Editor
Kurnia