Sumsel

Pensiunan PNS di OKU Tewas di Bawah Pohon Nangka, Ternyata Ini Penyebabnya

Maman Suparman | 23 Juni 2025, 13:00 WIB
Pensiunan PNS di OKU Tewas di Bawah Pohon Nangka, Ternyata Ini Penyebabnya

AKURAT.CO SUMSEL Niat Agusman Effendi (64), seorang pensiunan Pegawai Negeri Sipil (PNS), untuk menikmati masa tua dengan berkebun berujung duka.

Ia ditemukan meninggal dunia di bawah pohon nangka, Minggu (22/6/2025), di Lorong OKJ 1, Kelurahan Sekar Jaya, Kecamatan Baturaja Timur, Kabupaten Ogan Komering Ulu (OKU), Sumatera Selatan.

Peristiwa ini pertama kali diketahui oleh Suparman, warga sekitar yang kebunnya berbatasan langsung dengan lokasi kejadian.

Menurut Suparman, almarhum pagi itu sempat berpamitan hendak memanen buah nangka di kebun belakang rumah.

“Saya sempat menyapa beliau. Katanya mau ke kebun memetik nangka, seperti biasa,” ujar Suparman, Senin (23/6/2025).

Namun tak lama kemudian, sekitar pukul 12.05 WIB, Suparman yang hendak memberi makan kambing dikejutkan oleh pemandangan tak biasa.

Ia menemukan tubuh Agusman tergeletak di bawah pohon nangka dalam kondisi tak bernyawa. Tubuhnya sudah terasa dingin saat disentuh.

Baca Juga: Pertumbuhan Ekonomi Palembang Melambat di Awal 2025, Konsumsi Rumah Tangga dan Investasi Lesu

“Warga langsung berdatangan setelah saya panggil. Kami pastikan dulu beliau sudah meninggal, baru lapor ke polisi,” katanya.

Kasi Humas Polres OKU, AKP Ibnu Holdon, membenarkan kejadian tersebut. Berdasarkan keterangan keluarga, Agusman memiliki riwayat penyakit jantung, hipertensi, dan vertigo. Ia diketahui masih rutin mengonsumsi obat hipertensi.

“Diduga kuat korban meninggal dunia akibat komplikasi dari penyakit yang dideritanya. Tidak ditemukan tanda-tanda kekerasan di tubuh korban,” jelas AKP Ibnu.

Putri almarhum, Yulies Wahbuba (32), mengatakan bahwa sang ayah memang kerap ke kebun untuk sekadar mengisi waktu luang sejak pensiun.

Pohon nangka yang berada di lokasi kejadian merupakan salah satu pohon yang ia rawat sendiri sejak lama.

“Ibu sudah lama meninggal. Kebun dan pohon-pohon itu jadi teman sehari-hari Bapak. Beliau paling senang kalau nangkanya besar dan manis,” kata Yulies.

Bagikan:
  • Share to WhatsApp
  • Share to X (Twitter)
  • Share to Facebook

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.

M
K
Editor
Kurnia