Sumsel

Gubernur Sumsel Sambut Usulan Pembangunan Banyuasin, Fokus pada Jalan, Jembatan, dan Layanan Publik

Maman Suparman | 20 Maret 2025, 22:00 WIB
Gubernur Sumsel Sambut Usulan Pembangunan Banyuasin, Fokus pada Jalan, Jembatan, dan Layanan Publik

AKURAT.CO SUMSEL Gubernur Sumatera Selatan (Sumsel), Herman Deru ini menyoroti beberapa sektor prioritas, terutama infrastruktur jalan, jembatan, dan layanan publik seperti PDAM dan puskesmas di Kabupaten Banyuasin.

Herman Deru menekankan pentingnya menyamakan persepsi dalam menentukan skala prioritas pembangunan agar manfaatnya bisa dirasakan langsung oleh masyarakat.

"Kita harus melihat skala prioritas dan super prioritas. Pembangunan yang sudah berjalan dengan baik harus dilanjutkan, sementara janji jangka pendek kepada masyarakat, terutama infrastruktur, harus segera direalisasikan," ujar Herman Deru saat menerima audiensi Bupati Banyuasin, Askolani, Kamis (20/3/2025).

Ia juga menegaskan bahwa proyek di luar infrastruktur, seperti penyediaan air bersih melalui PDAM dan revitalisasi puskesmas, tetap harus berjalan tanpa hambatan karena kebutuhan dasar masyarakat harus terpenuhi.

Sementara itu, Bupati Banyuasin Askolani Jasiban menyampaikan bahwa Kabupaten Banyuasin merupakan daerah dengan jumlah penduduk terbesar kedua di Sumatera Selatan setelah Kota Palembang serta memiliki luas wilayah yang cukup besar.

Baca Juga: Wali Kota Palembang Bagikan Ratusan Paket Sembako untuk PHL di Dinas Perkimtan

Hal ini membuat Banyuasin membutuhkan dukungan anggaran dari Pemerintah Provinsi Sumsel untuk melanjutkan pembangunan.

"Kami berharap adanya pembangunan infrastruktur jalan dan jembatan di 21 kecamatan di Banyuasin. Alhamdulillah, Pak Gubernur memberikan respon positif, terutama untuk perbaikan jembatan Tanah Kering, Air Saleh, serta revitalisasi puskesmas di Banyuasin," kata Askolani.

Bagikan:
  • Share to WhatsApp
  • Share to X (Twitter)
  • Share to Facebook

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.

M
K
Editor
Kurnia