Diduga Ada Kecurangan Suara, Kursi Legislatif Partai NasDem di Sumsel Terancam

AKURAT.CO SUMSEL Hasil pemilihan legislatif (Pileg) di Sumatera Selatan menunjukkan potensi ancaman bagi Partai NasDem yang hanya berhasil meraih dua kursi dari empat yang diharapkan.
Hasil sementara dari DPR RI di Dapil Sumsel I dan Sumsel II menunjukkan NasDem hanya memperoleh dua kursi, satu kursi di setiap Dapil.
Ketua Badan Pemenangan Pemilu (Bapilu) Sumatera III Partai NasDem, Fauzi Amro mengatakan hasil tersebut sambil menyoroti dugaan adanya kecurangan dalam penghitungan suara di dua daerah khusus di dalam Dapil Sumsel.
"Pada Jumat kemarin, kita memang hanya mendapatkan 2 kursi, masing-masing satu kursi dari setiap Dapil. Namun, kita mencurigai adanya kecurangan dalam proses penghitungan suara. Saat ini, kami tengah berusaha membawa permasalahan ini ke pleno KPU provinsi dan kemudian ke tingkat pusat," ungkapnya, Sabtu (9/3/2024).
Saat ini, pihak NasDem masih menantikan hasil pleno di tingkat provinsi. Jika tidak terjadi perubahan terkait dugaan kecurangan yang diakui NasDem, pihaknya berencana untuk melaporkan ke Mahkamah Konstitusi (MK).
Baca Juga: Fauzi Amro, Politikus Nasdem Asal Sumsel Ternyata Sudah Berkarir di Dunia Politk Sejak Tahun 2005
"Saat ini masih dalam proses pleno, kita tunggu dulu hasilnya. Jika dugaan tersebut tidak diperbaiki, maka kita akan mengajukan laporan ke MK," tambahnya.
Beberapa dugaan kecurangan penggelembungan suara disebutnya terjadi di beberapa kecamatan di Banyuasin (Dapil Sumsel I) dan Muara Enim (Dapil Sumsel II). Di kedua wilayah tersebut, terdapat indikasi penggelembungan suara yang cukup signifikan.
"Ada dugaan kecurangan di beberapa kecamatan di Banyuasin dan Muara Enim yang akan kita bawa ke MK. Kita hanya ingin memastikan adanya fairplay terkait Pileg ini," tutupnya. (Kurnia)
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.
Berita Terkait
Berita Terkini









