AKURAT.CO SUMSEL Beberapa hari terakhir, masyarakat di sejumlah wilayah mengalami kesulitan mendapatkan beras premium, yang juga diikuti dengan kenaikan harga signifikan.
Seperti yang diungkapkan oleh warga 15 Ilir, Dewi yang mengeluhkan kesulitan mendapatkan beras premium di toko ritel, Kalaupun ada harga yang ada mencapai Rp14-Rp16 ribu per kilogram.
"Susah kalo cari di toko ritel, kalau pun ada di pasar harganya Rp14 sampe Rp16 ribu per kilo," ujarnya, Jumat (16/2/2024).
Lanjutnya, untuk harga beras premium merek Topi Kopi atau Raja naik dari Rp65 ribu per 5 kg menjadi Rp73 ribu per 5 kg atau setara dengan Rp14.600 per kilogram.
"Ini ada kenaikan, heran juga mungkin karena pemilu ini yaa," ucapnya.
Menanggapi kelangkaan dan kenaikan harga tersebut, Pelaksana Harian Kepala Dinas Perdagangan Provinsi Sumatera Selatan, Henny Yulianti menyatakan bahwa permasalahan ini disebabkan oleh ritel yang enggan membeli beras dari produsen. Hal ini terjadi karena Harga Eceran Tertinggi (HET) beras mengalami kenaikan.
"Karena dari produsen naik, maka ritel lebih baik tidak membeli barang karena mereka harus menjual sesuai HET. Dalam situasi ini, para ritel memilih menahan pembelian beras sampai harga dari produsen stabil atau mendapatkan arahan lebih lanjut dari pemerintah," jelas Henny.
Lebih lanjut, Henny menambahkan bahwa kelangkaan juga dipengaruhi oleh tingginya stok beras di ritel akibat dampak cuaca buruk, hujan, dan banjir yang mengakibatkan gagal panen di beberapa daerah.
"Kita berharap situasi ini bisa teratasi seiring dengan membaiknya cuaca dan mendekati musim panen," ungkapnya.
Sementara itu, Kepala Ketahanan Pangan dan Peternakan Sumatera Selatan, Ruzuan Effendi menegaskan bahwa kenaikan harga beras tidak hanya terjadi di Sumsel tetapi juga di seluruh Indonesia.
"Kenaikan ini sejalan dengan peningkatan permintaan, yang mungkin juga terkait dengan jelang pemilu," jelasnya.
Ruzuan juga menyebut bahwa saat ini pasokan beras di Sumatera Selatan aman dengan stok lebih dari 70 ribu ton. Dengan adanya pasokan dari Bulog, diharapkan kelangkaan dan kenaikan harga beras dapat teratasi.
"Jadi stok aman, karena memang permintaan tinggi," tutupnya. (Kurnia)