Sumsel

Sumatera Selatan Catat 108 Titik Panas 24 Jam Terakhir, Terbanyak Setelah Jawa Timur

Haris Ma'ani | 24 Agustus 2024, 21:00 WIB
Sumatera Selatan Catat 108 Titik Panas 24 Jam Terakhir, Terbanyak Setelah Jawa Timur

AKURAT.CO SUMSEL Sumatera Selatan (Sumsel) kembali menjadi perhatian dalam isu kebakaran hutan dan lahan (karhutla) setelah terdeteksi 108 titik panas (hotspot) dalam 24 jam terakhir, menjadikannya provinsi dengan jumlah titik panas terbanyak kedua di Indonesia.

Data ini diungkapkan oleh Sistem Pemantauan Kebakaran Hutan dan Lahan (SiPongi) Kementerian Lingkungan Hidup dan Kehutanan (KLHK) pada Sabtu (24/8/2024) pukul 16.16 WIB.

Hasil pemantauan satelit Terra/Aqua, SNPP, dan NOAA menunjukkan bahwa dari 746 titik panas yang terdeteksi di seluruh Indonesia, Sumsel menempati posisi kedua setelah Jawa Timur yang mencatat 123 titik panas.

Tingginya jumlah titik panas ini mengindikasikan potensi karhutla yang serius di wilayah tersebut, terutama menjelang musim kemarau yang rawan kebakaran.

Menurut KLHK, titik panas yang terdeteksi di Sumsel terdiri dari berbagai tingkat kepercayaan hotspot, dengan mayoritas berada pada skala sedang (30-79).

Baca Juga: Ratu Dewa-Prima Salam Resmi Diusung PDIP dan Gerindra, Siap Bertarung di Pilkada Palembang 2024

Titik panas dengan skala ini menunjukkan adanya kemungkinan besar terjadinya kebakaran hutan dan lahan di area tersebut.

Selain Sumsel, provinsi lain yang juga mencatat jumlah titik panas signifikan termasuk Jawa Tengah dengan 73 titik, Kalimantan Utara dengan 68 titik, dan Lampung dengan 67 titik panas.

Data ini menunjukkan bahwa meskipun titik panas bukan berarti kebakaran sudah terjadi, namun keberadaan titik-titik tersebut menjadi indikator awal yang memerlukan perhatian khusus dari pemerintah daerah dan masyarakat. (Kurnia)

Bagikan:
  • Share to WhatsApp
  • Share to X (Twitter)
  • Share to Facebook

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.

H
Reporter
Haris Ma'ani
H
Editor
Hermanto