Sumsel

5 Waktu Emas Berdoa di Bulan Ramadan yang Sayang Jika Disia-siakan

Kurnia | 2 Maret 2026, 11:00 WIB
5 Waktu Emas Berdoa di Bulan Ramadan yang Sayang Jika Disia-siakan

AKURAT.CO SUMSEL Ramadan bukan sekadar bulan menahan lapar dan dahaga. Lebih dari itu, bulan suci ini menjadi momentum terbaik untuk memperbanyak doa karena setiap amal dilipatgandakan pahalanya.

Di tengah suasana penuh rahmat dan ampunan, ada sejumlah waktu yang diyakini sebagai momen mustajab saat doa memiliki peluang besar untuk dikabulkan.

Berdoa sendiri bukan hanya tentang meminta, tetapi juga bentuk penghambaan dan pengakuan bahwa manusia sepenuhnya bergantung kepada Allah SWT.

Lalu, kapan saja waktu terbaik untuk mengetuk pintu langit selama Ramadan?

Berikut lima waktu emas berdoa yang patut dimaksimalkan.

1. Menjelang Berbuka Puasa

Momen berbuka bukan hanya soal menyantap hidangan setelah seharian berpuasa. Justru, beberapa saat sebelum menyentuh makanan pertama menjadi waktu yang sangat istimewa untuk berdoa.

Baca Juga: Makna Penyembelihan Kambing Jantan Hitam dalam Perayaan Cap Go Meh Pulau Kemaro Palembang

Dalam hadis riwayat Abu Dawud disebutkan doa orang yang berpuasa saat berbuka termasuk doa yang tidak tertolak. Secara umum, waktu mustajab ini dimulai sejak azan Magrib berkumandang hingga sebelum menyantap makanan.

Rasulullah SAW mengajarkan doa berbuka:

ذَهَبَ الظَّمَأُ، وَابْتَلَّتِ الْعُرُوقُ، وَثَبَتَ الْأَجْرُ إِنْ شَاءَ اللَّهُ

Dzahabazh zhama'u wabtallatil ‘uruuqu wa tsabatal ajru insya Allah

Artinya: “Telah hilang dahaga, telah basah tenggorokan, dan telah ditetapkan pahala insya Allah.”

Di saat itu, hati seorang Muslim berada dalam kondisi penuh syukur dan kepasrahan setelah menahan hawa nafsu sepanjang hari.

2. Waktu Sahur

Sahur bukan hanya penguat fisik, tetapi juga penguat spiritual. Rentang waktu sepertiga malam terakhir hingga menjelang Subuh dikenal sebagai waktu penuh keberkahan.

Dalam hadis riwayat Muhammad al-Bukhari dan Muslim ibn al-Hajjaj disebutkan bahwa Allah SWT “turun” ke langit dunia pada sepertiga malam terakhir dan menyeru hamba-hamba-Nya untuk berdoa dan memohon ampun.

Artinya, mereka yang bangun sahur bukan hanya memperoleh kekuatan menjalani puasa, tetapi juga peluang besar untuk mendapatkan ampunan dan dikabulkannya doa.

3. Sepertiga Malam Terakhir

Sepertiga malam terakhir menjadi salah satu waktu paling istimewa sepanjang tahun, terlebih di bulan Ramadan. Suasana yang sunyi dan khusyuk membuat ibadah terasa lebih mendalam.

Hadis yang diriwayatkan oleh Muhammad al-Bukhari dan Muslim ibn al-Hajjaj kembali menegaskan keutamaan waktu ini. Allah SWT menjanjikan pengabulan doa, pemberian bagi yang meminta, serta ampunan bagi yang memohon ampun.

Karena itu, Ramadan menjadi momen terbaik untuk membiasakan salat malam, memperbanyak istighfar, dan memanjatkan doa dengan penuh keyakinan.

4. Sepanjang Waktu Berpuasa

Baca Juga: Deretan Film Tayang Maret 2026, Ada Danur hingga Suzanna

Tak banyak yang menyadari bahwa doa orang berpuasa memiliki keistimewaan sepanjang hari. Sejak terbit fajar hingga terbenam matahari, setiap permohonan yang dipanjatkan dalam kondisi menahan lapar dan dahaga memiliki nilai tersendiri.

Dalam hadis riwayat Muhammad ibn Isa at-Tirmidzi disebutkan ada tiga golongan yang doanya tidak tertolak, salah satunya orang yang berpuasa hingga berbuka.

Artinya, jangan menunggu waktu tertentu. Di sela aktivitas harian, doa tetap bisa dipanjatkan dan memiliki keutamaan.

5. Malam Lailatul Qadar

Di sepuluh malam terakhir Ramadan, umat Islam menanti malam yang lebih baik dari seribu bulan, yakni Lailatul Qadar.

Keagungan malam ini ditegaskan dalam Surah Al-Qadr ayat 3 dan 4. Pada malam tersebut, malaikat turun membawa keberkahan dan ketetapan dari Allah SWT.

Karena itu, umat Islam dianjurkan memperbanyak ibadah, beriktikaf, serta memanjatkan doa terbaiknya di malam-malam ganjil pada sepuluh hari terakhir Ramadan.

Ramadan adalah kesempatan emas yang datang hanya setahun sekali. Dengan mengetahui waktu-waktu mustajab ini, umat Islam dapat lebih fokus dan maksimal dalam berdoa.

Bagikan:
  • Share to WhatsApp
  • Share to X (Twitter)
  • Share to Facebook

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.

K
Reporter
Kurnia
K
Editor
Kurnia