Sumsel

Bank Indonesia Sumsel Pantau Pergerakan Ekonomi Jelang Pilkada 2024, Waspadai Inflasi

Deni Hermawan | 4 Oktober 2024, 16:02 WIB
Bank Indonesia Sumsel Pantau Pergerakan Ekonomi Jelang Pilkada 2024, Waspadai Inflasi

AKURAT.CO SUMSEL Jelang Pemilihan Kepala Daerah (Pilkada) 2024 di Sumatera Selatan (Sumsel, pergerakan ekonomi di provinsi ini menjadi perhatian khusus Bank Indonesia (BI) Perwakilan Sumsel.

Kenaikan harga barang dan potensi inflasi di tengah momentum politik yang semakin dekat menjadi sorotan utama.

Kepala BI Perwakilan Sumsel, Ricky P Ghozali, menegaskan bahwa meskipun ada potensi inflasi, hal ini masih dianggap dalam kondisi yang wajar dan positif.

"Kami memprediksi adanya inflasi di Sumsel terkait dengan Pilkada 2024, namun tingkat inflasi tersebut diperkirakan tidak akan signifikan," ujar Ricky, Jumat (4/10/2024).

Ricky menjelaskan bahwa inflasi ini kemungkinan besar dipicu oleh berbagai kegiatan yang terjadi selama masa kampanye, termasuk kampanye akbar, distribusi logistik seperti kotak suara, dan kebutuhan lainnya yang meningkat.

Meskipun demikian, inflasi yang diperkirakan masih terkendali dan berada dalam batas yang aman.

Baca Juga: Gugatan Cerai Andre Taulany Ditolak, Ternyata Sudah Ajukan Banding ke Pengadilan

"Kampanye besar-besaran dan distribusi barang jelang Pilkada umumnya meningkatkan permintaan terhadap barang dan jasa, yang pada akhirnya memicu inflasi. Meski demikian, kami tetap optimis bahwa kenaikan ini masih dalam batas yang positif," tambahnya.

Untuk memastikan inflasi tidak melonjak terlalu tinggi, BI Sumsel akan bekerja sama dengan Tim Pengendali Inflasi Daerah (TPID) dalam memonitor dan mengawasi pergerakan barang, terutama barang-barang yang masuk dan keluar wilayah Sumsel.

Ricky menekankan bahwa upaya pengawasan terhadap distribusi barang dan jasa sangat penting untuk menghindari kenaikan harga yang berlebihan, terutama dalam sektor pangan dan biaya transportasi.

"TPID harus tetap berkomitmen untuk menjaga harga barang di pasar, terutama dengan mencegah kenaikan biaya distribusi dan transportasi selama Pilkada," katanya. (Kurnia)

Bagikan:
  • Share to WhatsApp
  • Share to X (Twitter)
  • Share to Facebook

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.

D
H
Editor
Hermanto