Sumsel

Persaingan Pilgub Sumsel 2024, HDCU dan Matahari Siap Bertarung, Hapal Masih Menanti Dukungan

Deni Hermawan | 23 Juli 2024, 16:01 WIB
Persaingan Pilgub Sumsel 2024, HDCU dan Matahari Siap Bertarung, Hapal Masih Menanti Dukungan

AKURAT.CO SUMSEL Hingga saat ini, jumlah pasangan calon (paslon) Gubernur dan Wakil Gubernur Sumatera Selatan (Sumsel) pada Pilkada 2024 masih menjadi pertanyaan. Apakah dua atau tiga paslon yang akan bersaing, hal ini masih bergantung pada keputusan ketua umum masing-masing partai politik.

Terlebih saat ini yang sudah pasti akan bersaing di kontestasi Pilgub Sumsel baru dua bakal calon yang akan maju, yakni Herman Deru – Cik Ujang (HDCU), Mawardi Yahya – RA Anita Noeringhati (Matahari).

Sedangkan untuk bakal calon Heri Amalindo – Popo Ali (Hapal) masih belum menemui titik terang.

“Jadi kunci bagi pasangan Hapal tinggal di PKB. Jika PKB bergabung, Hapal bisa melaju karena Heri Amalindo adalah kader PDIP,” ungkap Pengamat Politik Sumsel, Bagindo Togar, Selasa (23/7/2024).

Baca Juga: Pemprov Sumsel dan Polda Sumsel Bentuk Satgas Khusus Tangani Illegal Drilling di Musi Banyuasin

Menurutnya, bisa jadi hanya akan ada dua pasangan calon jika PDIP, PKN, PPP, dan Hanura bergabung, tetapi tetap belum cukup untuk mendapatkan tiket kecuali ditambah dengan PKB yang memiliki 7 kursi di parlemen tingkat provinsi.

“Tidak harus PKB bergabung dengan HDCU. Jika Hapal mampu melakukan pendekatan yang intensif dan komunikasi yang baik, ada kemungkinan PKB akan bergabung dengan mereka. NasDem, PKB, dan PKS berada dalam satu koalisi pada Pilpres kemarin. Disarankan agar Hapal selalu optimis tapi tetap realistis,” tambahnya.

“Saya berharap akan ada tiga pasangan calon sehingga aura Pilpres masih terasa di Pilgub Sumsel. Jangan sampai Pilgub Sumsel terasa seperti Pilkades," tutupnya. (Kurnia)

Bagikan:
  • Share to WhatsApp
  • Share to X (Twitter)
  • Share to Facebook

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.

D
H
Editor
Hermanto