Sumsel

Tiga Daerah di Sumsel Naikkan Status Siaga Karhutla, Jumlah Wilayah Siaga Kini Jadi Sepuluh

Atiek Widyastuti | 29 Juli 2024, 16:30 WIB
Tiga Daerah di Sumsel Naikkan Status Siaga Karhutla, Jumlah Wilayah Siaga Kini Jadi Sepuluh

AKURAT.CO SUMSEL Sumatera Selatan (Sumsel) meningkatkan status siaga darurat kebakaran hutan dan lahan (Karhutla) di tiga daerah baru Kabupaten Penukal Abab Lematang Ilir (PALI), Muara Enim, dan Musi Rawas (Mura).

Keputusan ini menambah jumlah total pemerintah daerah (Pemda) yang telah menetapkan status siaga menjadi sepuluh.

Sebelumnya, enam Pemda telah mengeluarkan status siaga darurat Karhutla, yaitu Pemprov Sumsel, Pemkab Musi Banyuasin (Muba), Banyuasin, Ogan Komering Ilir (OKI), Ogan Ilir (OI), dan Ogan Komering Ulu (OKU), serta OKU Selatan.

Kepala Bidang Penanganan Darurat BPBD Sumsel, Sudirman mengungkapkan bahwa keputusan ini merupakan langkah awal untuk menangani potensi Karhutla yang meningkat seiring musim kemarau.

“Dengan tiga daerah tambahan ini menetapkan status siaga, total sepuluh Pemda siap menghadapi Karhutla. Langkah ini sangat penting untuk mengantisipasi dan mengatasi kebakaran hutan secara dini,” ujarnya, Senin (29/7/2024).

Baca Juga: BNPB Kirim 9 Helikopter untuk Karhutla di Sumsel, 4,7 Juta Liter Air Sudah Digunakan

Sudirman juga menyebutkan bahwa tiga daerah lainnya, yaitu Musi Rawas Utara (Muratara), Lahat, dan OKU Timur, masih dalam proses penyelesaian status siaga di biro hukum masing-masing pemda.

Penetapan status siaga di daerah-daerah ini diharapkan dapat segera terwujud mengingat potensi Karhutla yang tinggi di wilayah tersebut.

Sementara itu, kebakaran hutan dan lahan sudah melanda beberapa wilayah di Sumsel. Di Kabupaten PALI, Karhutla telah terjadi di dua kecamatan, yaitu Penukal Utara dan Abab, dengan situasi yang bervariasi Penukal Utara masih berasap, sedangkan di Abab api telah berhasil dipadamkan.

Selain itu, wilayah lain yang juga mengalami kebakaran pada bulan Juli meliputi Mura, Muara Enim, Muba, Banyuasin, OI, Lahat, dan Empat Lawang.

Data dari Januari hingga Juni menunjukkan bahwa luas lahan yang terbakar di Sumsel mencapai 313,5 hektare, dengan dominasi lahan mineral seluas 202,9 hektare dan lahan gambut 110,6 hektare. (Kurnia)

Bagikan:
  • Share to WhatsApp
  • Share to X (Twitter)
  • Share to Facebook

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.

A
H
Editor
Hermanto