Sumsel

Dari Diabetes hingga Hipertensi, Warga Manfaatkan Cek Kesehatan Gratis di Palembang

Maman Suparman | 10 Februari 2025, 14:40 WIB
Dari Diabetes hingga Hipertensi, Warga Manfaatkan Cek Kesehatan Gratis di Palembang

AKURAT.CO SUMSEL Puskesmas Makrayu di Kota Palembang ramai dikunjungi warga yang mendaftar untuk program Cek Kesehatan Gratis yang digagas oleh Kementerian Kesehatan (Kemenkes). Sejak Senin (10/2/2025) pagi hingga siang hari, tercatat 15 warga Palembang telah memanfaatkan layanan ini.

“Program ini baru diluncurkan serentak di Kota Palembang hari ini. Persiapan kami lakukan secara matang, mulai dari tenaga kesehatan, logistik, hingga bahan medis,” ujar Dr. Bella Nurindalia, Dokter Fungsional Puskesmas Makrayu.

Menurut Dr. Bella, sosialisasi program ini telah dilakukan sejak dua minggu lalu, dengan intensifikasi di tiga hari terakhir melalui media sosial seperti Instagram, grup WhatsApp, dan informasi dari mulut ke mulut.

Peserta yang datang berasal dari berbagai rentang usia, mulai dari 20 hingga 50 tahun, dengan diagnosa awal seperti diabetes, hipertensi, dan gejala penyakit paru akibat kebiasaan merokok.

"Beberapa pasien baru pertama kali berkunjung ke puskesmas ini, sementara yang lain sudah pernah mendapatkan layanan sebelumnya. Namun, banyak yang menghadapi kendala saat melakukan pendaftaran melalui aplikasi Satu Sehat Mobile," katanya.

Sementara itu, di Puskesmas Sabokingking, Kepala Puskesmas Drg. Kiki Ayu Marlina menyatakan bahwa sosialisasi program ini telah dilakukan melalui berbagai cara, termasuk pemasangan spanduk dan pesan seluler.

Baca Juga: Harga Emas Antam dan UBS di Pegadaian Hari Ini, 10 Februari 2025: Stabil, Saat yang Tepat untuk Investasi?

“Hari ini baru ada dua orang yang memanfaatkan program ini, dan keduanya adalah remaja perempuan,” ujarnya.

Proses pemeriksaan kesehatan memakan waktu sekitar satu jam per orang, mencakup pemeriksaan gigi, deteksi diabetes, kanker rahim, tekanan darah, dan kencing manis.

“Pemeriksaan ini disesuaikan dengan usia peserta, mulai dari bayi baru lahir hingga lansia,” jelas Drg. Kiki.

Meskipun tim medis yang terlibat berjumlah 40 orang tanpa penambahan sumber daya manusia (SDM), pihak puskesmas berkomitmen untuk memberikan pelayanan optimal tanpa mengganggu layanan kesehatan umum.

“Kami berusaha semaksimal mungkin untuk melayani masyarakat dengan baik,” tegasnya.

Pendaftaran program ini dapat dilakukan melalui aplikasi Satu Sehat Mobile. Bagi warga yang mengalami kesulitan, pihak puskesmas siap membantu proses pendaftaran. (Kurnia)

Bagikan:
  • Share to WhatsApp
  • Share to X (Twitter)
  • Share to Facebook

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.

M
K
Editor
Kurnia