Sumsel

4 Cara Cepat Pahami Bahasa Palembang, dari “Apo Kagek” hingga “Galo”

Maman Suparman | 30 Oktober 2025, 09:00 WIB
4 Cara Cepat Pahami Bahasa Palembang, dari “Apo Kagek” hingga “Galo”

AKURAT.CO SUMSEL Bahasa Palembang dikenal unik dan penuh ekspresi khas yang sering bikin orang luar daerah garuk kepala.

Dari kata “cak mano” sampai “apo kagek”, banyak yang mengira bahasa ini sulit dimengerti. Padahal, kalau tahu caranya, memahami Bahasa Palembang bisa sangat menyenangkan.

Berikut empat cara mudah agar cepat akrab dengan logat wong kito galo:

1. Mulai dari kata sehari-hari

Cara paling efektif untuk mengenal bahasa Palembang adalah mempelajari kata yang sering diucapkan. Misalnya, “apo” berarti apa, “cak mano” artinya bagaimana, dan “galo” berarti semua.

Kalau sering dengar dan ikut ngomong, lama-lama otomatis bisa.

Baca Juga: 4 Wisata Palembang Paling Populer Sepanjang Masa

2. Sering nonton konten lokal

Media sosial banyak memuat video lucu dan edukatif dari kreator Palembang. Mulai dari vlog kuliner pempek sampai sketsa komedi bahasa daerah.

Dengan menonton konten seperti ini, pendengar bisa terbiasa dengan nada bicara dan logat khas Palembang.

3. Praktik langsung dengan warga lokal

Belajar bahasa tanpa praktik sama saja seperti makan pempek tanpa cuko kurang terasa! Cobalah ngobrol dengan orang Palembang secara santai.

Jangan takut salah, karena warga Palembang umumnya ramah dan senang kalau orang luar mau belajar bahasa mereka.

4. Pahami budaya di balik bahasa

Bahasa Palembang bukan sekadar kata, tapi juga cerminan budaya. Ungkapan seperti “dak apo-apo” (tidak apa-apa) mencerminkan sikap santai dan ramah khas wong kito.

Dengan memahami nilai sosialnya, kita bisa lebih cepat menangkap makna di balik setiap kata.

Bahasa Palembang kini juga diajarkan di beberapa sekolah dasar di Sumatera Selatan sebagai muatan lokal.

Upaya ini diharapkan bisa menjaga bahasa daerah tetap hidup di tengah gempuran modernisasi.

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.

M
K
Editor
Kurnia