Sumsel

Mengenal 12 Suku di Sumatera Selatan, Ada yang Dijuluki Manusia Sungai

St Shofia Munawaroh | 29 April 2025, 07:00 WIB
Mengenal 12 Suku di Sumatera Selatan, Ada yang Dijuluki Manusia Sungai

 

AKURAT. CO SUMSEL - Sumatera Selatan dulunya dikenal sebagai Kerajaan Sriwijaya memiliki kekayaan adat istiadat, ras, suku dan budaya.

Suku-suku itu masih ada sampai sekarang dan hidup berdampingan dengan masyarakat.

Apa saja ? Yuk simak ulasannya di bawah ini. 

Baca Juga: Pemkot Palembang Jadwalkan Pelantikan 3.800 CPNS dan PPPK pada 2 Mei 2025 di BKB

1. Suku Komering

Komering merupakan salah satu wilayah di Sumatera Selatan yang terletak di sepanjang Sungai Komering.

Suku ini memiliki karakter penjelajah, sehingga penyebarannya pun cukup luas bahkan sampai ke provinsi Lampung.

Baca Juga: Bandara SMB II Kembali Berstatus Internasional, Pariwisata Sumsel Diprediksi Menggeliat

Suku Komering terbagi dalam beberapa marga, yaitu marga Paku Sengkunyit, Sosoh Buay Rayap, Buay Pemuka Peliung, Buay Madang, dan Semendawai.

Menurut hikayat masyarakat, Suku Komering dan Suku Batak dikisahkan masih bersaudara namun akhirnya terpisah.

Mereka datang dari negeri seberang ke Sumatera. Sang kakak pergi ke Selatan dan sang adik ke Utara menjadi puyang Suku Batak.

Baca Juga: Sekda Palembang Tegaskan ASN Malas Siap Diganti, 600 Pegawai Siap Mengisi Jabatan

2. Suku Palembang

Suku ini juga terbagi menjadi dua kelompok besar.

Yang pertama adalah Wong Jeroo, di mana orang-orangnya merupakan keturunan para bangsawan atau sedikit lebih rendah dari orang-orang kerjaaan tempo dulu yang pusatnya di Palembang.

Sementara yang kedua adalah Wong Jabo yang merupakan rakyat biasa.

Baca Juga: Bandara SMB II Palembang Kembali Berstatus Internasional, Siap Layani Tiga Rute Luar Negeri

Suku ini memiliki dua bahasa, yaitu baso Palembang alus dan baso Palembang sari-sari.

Menurut ahli, suku Palembang merupakan hasil peleburan dari bangsa Arab, China, Jawa dan kelompok-kelompok suku yang ada di Indonesia. 

3. Suku Gumai

Baca Juga: Wali Kota Palembang Sambut Kafilah Juara Umum STQH Sumsel 2025, Berikan Bonus hingga Hadiah Umrah

Suku Gumai adalah salah satu suku yang menempati kabupaten Lahat.

Sebelum adanya kota Lahat, Gumai menjadi satu kesatuan dari teritorial Gumai yang mencakup marga Gumai Lembak, Gumai Ulu dan Gumai Talang. 

4. Suku Lintang

Baca Juga: Pemprov Sumsel Larang Kegiatan Wisuda dan Perpisahan Siswa SMA/SMK yang Membebani Orang Tua

Suku Lintang tinggal di kawasan pegunungan Bukit Barisan, Sumatera Selatan.

Suku ini diapit oleh suku Pasemah dan Rejang. Suku ini hidup dari bercocok tanam kopi, beras, kemiri, karet dan sayur-sayuran.

Selain itu, sumber kehidupan Suku Lintang juga berasal dari hasil ternak kambing, kerbau, ayam, itik, bebek, dan lain lain.

Baca Juga: Polrestabes Palembang Lakukan Pendalaman Terhadap Tersangka Penculikan Anak Umur 5 Tahun

Bahasa yang digunakan yakni Bahasa Melayu Barisan Selatan.

5. Suku Semendo

Suku Semendo tinggal di kecamatan Semendo, kabupaten Muara Enim, Sumateta Selatan.

Baca Juga: Kasus Bajing Loncat Viral di Palembang Berakhir Damai, Pelaku Berjanji Tak Mengulangi Perbuatan

Konon, suku ini awalnya berasal dari keturunan suku Banten yang pergi merantau dari Jawa ke Sumatera.

Kemudian, mereka menetap hingga akhirnya beranak cucu di daerah Semendo. 

6. Suku Kayuagung

Baca Juga: Sumsel Fokus pada 7 Prioritas Pembangunan, Dari Infrastruktur hingga Ekonomi Hijau

Suku Kayuagung menempati daerah kabupaten Ogan Komering Ilir (OKI).

Suku ini memiliki dua dialek bahasa, yakni dialek kayuagung dan dialek ogan.

Suku ini mayoritas beragama Islam, namun tetap mempertahankan kepercayaan dari roh nenek moyang.

Baca Juga: Pengemudi Mengantuk, Avanza Tabrak Motor di Dekat SPBU Rahmat Palembang

Salah satunya kepercayaan di mana sebelum jenazah dikuburkan, mereka harus dimandikan dengan kembang agar arwah tersebut lupa jalan balik ke rumahnya.

Hal ini dikarenakan suku Kayu Agung percaya bahwa roh-roh dari nenek moyang dapat mengganggu manusia.

Suku kayuagung memiliki dua dialek bahasa, yakni dialek Kayuagung dan dialek Ogan. 

Baca Juga: Musim Panen Kopi Dinilai Jadi Faktor Rendahnya Partisipasi PSU di Empat Lawang

7. Suku Lematang

Penduduk suku Lematang tinggal di daerah Lematang yang terletak di perbatasan kabupaten Muara Enim dengan kabupaten Lahat serta daerah Kikim dan Enim.

Selain itu, orang-orang dari suku ini juga menempati wilayah sepanjang Sungai Lematang di antara Muara Enim dan Prabumulih. 

Baca Juga: Daftar Harga Emas di Palembang 28 April 2025, Turun Tipis Imbas Ketegangan AS China Mereda

8. Suku Pasemah

Suku Pasemah tersebar di beberapa wilayah Sumatera Selatan.

Diantaranya di Empat Lawang, Lahat, OKU dan sekitar kawasan Gunung Dempo.

Selain itu, orang-orang suku Pasemah juga dapat dijumpai di provinsi Bengkulu sebagai perantau. 

Baca Juga: Kapolda Sumsel Perintahkan Pengejaran Total Terhadap Tahanan Kabur di Lahat

9. Suku Ogan

Penduduk suku Ogan menempati wilayah kabupaten OKU dan juga OKI.

Mereka tinggal di sepanjang aliran sungai Ogan dari Baturaja ke Selapan.

Baca Juga: Insta360 X5 Resmi Meluncur, Bawa Sensor Lebih Besar dan Rekam Video 8K

Orang-orang suku Ogan biasanya disebut orang Pagagan.

Di mana suku ini terbagi menjadi tiga sub suku, yaitu pagagan ulu, pagagan ilir dan suku penesak. 

10. Suku Sekayu

Baca Juga: Tiga Tahanan Kabur dari Rutan Tahti Lahat Ditangkap, Lima Masih Dikejar Polisi

Suku Sekayu menempati wilayah kabupaten Banyuasin.

Orang-orang suku ini sering disebut sebagai manusia sungai dan senang mendirikan rumah-rumah yang langsung berhubungan dengan Sungai Musi.

Mayoritas penduduk ini menjadi petani. Hasil pertaniannya berupa padi, singkong, ubi, jagung, kacang tanah dan kedelai.

Baca Juga: Harga Emas Antam dan UBS Stabil, Menjadi Pilihan Menarik untuk Investasi

Selain itu, Suku Sekayu juga memiliki perkebunan karet, cengkeh dan kopi

11. Suku Rawas

Suku Rawas terletak wilayah aliran Sungai Rawas dan Sungai Musi bagian utara.

Baca Juga: Patung Biawak Viral di Wonosobo, Jawa Tengah Kini Dilindungi Hak Cipta

Selain itu, suku ini juga menempati wilayah kecamatan Rawas Ulu, Rawas Ilir dan Muara Rupit di kabupaten Muratara.

Suku Rawas merupakan suku dengan populasi +-100.000 jiwa.

Mayoritas penduduknya bekerja sebagai petani atau perkebunan.

Baca Juga: Target Besar di 2029, Kepengurusan Baru NasDem Sumsel Siapkan Kerja Politik dengan Strategi Jitu

Sebagiannya lagi bekerja sebagai pengayam barang-barang dari rotan dan pandan, tukang kayu, pedagang kecil dan sebagainya.

Bahasa yang digunakan suku Rawas masih tergolong ke dalam rumpun Melayu.

Baca Juga: Herman Deru Kembali Nahkodai DPW NasDem Sumsel, Nopianto Jabat Sekretaris Masa Bakti 2024–2029

12. Suku Banyuasin

Suku ini menempati kabupaten Banyuasin, tepatnya di kecamatan Babat Toman, Banyu Lincir, Banyuasin 2 dan Banyuasin 3.

Biasanya mereka tinggal di daerah dataran rendah yang diselingi rawa-rawa. 

 

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.