5 Fakta Menarik Pagoda Pulau Kemaro, Pusat Perayaan Imlek Masyarakat Tionghoa Palembang

AKURAT. CO SUMSEL - Kota Palembang merupakan salah satu kota multikultural di Indonesia.
Hal ini ditandai dengan ragam suku dan etnis yang tinggal di kota Palembang, mulai dari Melayu, Arab, hingga Tionghoa.
Masing-masing suku, termasuk Tionghoa, meninggalkan warisan budaya maupun bangunan yang memiliki nilai sejarah tinggi dan masih dikenang hingga sekarang.
Baca Juga: Sepekan Jelang Ramadan, Harga Bahan Pokok di Pasar Tradisional Palembang Merangkak Naik
Salah satunya adalah Pagoda Pulau Kemaro, kawasan yang kerap dijadikan pusat perayaan Imlek dan Cap Go Meh bagi anak masyarakat Tionghoa di Palembang.
Pagoda ini dibangun pada tahun 2006, memiliki 9 lantai dengan tinggi kurang lebih 45 meter.
Bangunannya didominasi warna merah dan emas, berdekatan dengan Kelenteng Hok Tjing Bio atau lebih dikenal sebagai Kelenteng Kwan Im.
Baca Juga: Sinopsis WARU, Saat Iblis Menagih Perjanjian Masa Lalu Lewat Teror-teror Mengancam Nyawa
Selain bangunannya yang indah, Pagoda Pulau Kemaro juga memiliki berbagai cerita menarik yang berkaitan dengan sejarah dan kebudayaan Tionghoa.
Fakta Menarik Pagoda Pulau Kemaro
1. Pagoda memiliki 8 sudut sebagai simbol Pat Kwa atau Kedelapan Trigram.
Baca Juga: Panduan Lengkap Lapor SPT Tahunan ASN di Coretax DJP, Syarat hingga Cara Aktivasi Akun Wajib Pajak
2. Pagoda dibangun untuk mengenang leluhur Kerajaan Sriwijaya.
3. Menjadi simbol perdamaian dan persatuan antara budaya lokal dan Tionghoa.
4. Didesain dengan arsitektur menyerupai pagoda dari negeri Tirai Bambu.
Baca Juga: PLN Lakukan Pemeliharaan Jaringan, Sebagian Palembang Terdampak Pemadaman Listrik Hari Ini
5. Pagoda memiliki dinding yang dihiasi pahatan warna warni menggambarkan legenda pulau kemaro.
Sejarah Kedatangan Keturunan Tionghoa di Palembang
Komunitas Tionghoa di Palembang telah ada sejak abad ke-7, berakar dari hubungan dagang zaman Sriwijaya dan meningkat signifikan pada masa Dinasti Ming serta kolonial Belanda (1823).
Baca Juga: Indeks Implisit PDRB Sumsel 2025 Naik Bertahap, Sektor Transportasi dan Perdagangan Tertinggi
Pada abad 14-15 M arus migrasi meningkat, terutama saat ekspedisi nyh Laksamana Cheng Ho.
Komunitas Tionghoa pun mulai menetap dan membentuk pemukiman di sekitar Sungai Musi.
Mayoritas imigran berasal dari Tiongkok Selatan, membawa keahlian industri, kerajinan, dan dagang.
Baca Juga: Tak Terima Difitnah Pelakor di Facebook, IRT di Palembang Polisikan Tetangga
Akhirnya, terjadilah akulturasi yang kuat, termasuk munculnya komunitas Tionghoa Muslim (Baba) di kawasan 3-4 Ulu.
Keberadaan komunitas Tionghoa juga memainkan peranan penting sebagai pedagang perantara (kopi/karet) dan industri pengolahan, yang memperkaya keragaman budaya Palembang. (*)
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.
Berita Terkait
Berita Terkini

Terpopuler
- 1Ramalan Zodiak Virgo Hari Ini, 14 Oktober 2026: Saatnya Fokus pada Diri Sendiri dan Karier
- 23 Mobil LCGC Paling Laris di Indonesia September 2026, Toyota Calya Masih Jadi Andalan
- 3Cara Pre-Order iPhone 18 Pro dan iPhone 18 Pro Max di iBox, Cek Jadwal dan Promo
- 45 Ramalan Zodiak Hari Ini Selasa 13 Oktober 2026, Ada Peluang Baru dan Tantangan
- 5Ramalan Zodiak Leo Hari Ini, Cinta, Karier, dan Keuangan
- 6Kabut Asap Mulai Mereda, 52 Penerbangan di Bandara SMB II Palembang Berjalan Lancar
- 7Jadwal Pemadaman Listrik PLN Palembang Rabu 14 Oktober 2026, Catat Wilayah Terdampaknya
- 8Enam Penerbangan di Bandara Palembang Terganggu, Jarak Pandang Hanya 500 Meter
- 9Lindungi Warga dari Asap Karhutla, Puskesmas di Sumsel Diminta Buka 24 Jam
- 105.303 Jemaah Haji Debarkasi Palembang Sudah Kembali, Empat Kloter Masih Ditunggu








