Sejarah Kantor Walikota Palembang yang Dulunya Digunakan Sebagai Menara Air

AKURAT.CO SUMSEL Kantor wali kota palembang atau yang terkenal dengan sebutan kantor ledeng, merupakan salah satu bangunan bersejarah di kota Palembang.
Dulu, kantor ini berfungsi sebagai menara air yang digunakan untuk menyimpan air guna untuk didistribusikan ke seluruh wilayah kota.
Kini, bangunan ledeng ini telah bertransformasi menjadi Kantor Wali kota Palembang. Keunikan dan keindahan bangunan ini menjadikannya salah satu ikon kota Palembang yang terkenal.
Menara Air ini dibangun pada masa pemerintahan Wali kota Palembang di bawah kepemimpinan Ir. R.C.A.F.J. Le Cocq d Armandville.
Bangunan ini dibangun pada tahun 1928 dan selesai pada tahun 1931, dengan desain de stijl yang khas, menampilkan bentuk dasar kotak dengan atap datar. Proyek ini menghabiskan ± 1 ton emas.
Arsitek yang menangani pembangunan gedung ledeng adalah Ir. S. Snuijf. Kemudian, dipilihlah lokasi gedung ini di tepi Sungai Kapuran dan Sungai Sekanak. Hal ini menyebabkan Kantor Ledeng berada persis di tepi air pada saat itu.
Baca Juga: 4 Wisata Ikonik Kota Palembang yang Wajib Anda Kunjungi Saat Liburan Disini
Kantor Wali kota yang dulunya dikenal sebagai Water Tower (Menara Air) atau Kantor Ledeng oleh masyarakat Palembang. Pada masa pemerintahan Jepang (1942-1945), Balai Kota (Kantor Menara Air) diubah menjadi Kantor Syuco-kan (Kantor Residen), dan terus digunakan sebagai balai kota hingga tahun 1956.
Bangunan Kantor Walikota Palembang sejak awal telah menjadi pusat pemerintahan Gemeente Palembang. Saat Proklamasi Kemerdekaan Republik Indonesia pada tanggal 17 Agustus 1945, Kantor Ledeng menjadi saksi dari heroisme pemuda di Palembang.
Kelompok pejuang yang terdiri dari mantan opsir Gyu Gun, termasuk Hasan Kasim, M. Arief, Dany Effendy, Raden Abdullah (Cek Syeh), Rivai, serta anggota lainnya, bergabung dengan kelompok pemuda yang dipimpin oleh Mailan bersama Abihasan Said dan Bujang Yacob.Bersama-sama, mereka mengibarkan bendera kebangsaan di setiap sisi Kantor Ledeng, yang pada mulanya digunakan sebagai tempat penyimpanan air bersih dengan kapasitas 1200 m3.
Pada tanggal 21 Agustus 1963, Perusahaan Water Ledeng dipindahkan ke dalam bagian teknik air bersih di Dinas Pekerjaan Umum Kota Praja Palembang. Sejak saat itu (1963), Kantor Menara Air mengalami perubahan menjadi Kantor Pusat Pemerintahan Kota Praja Palembang yang sekarang dikenal sebagai Kantor Walikota.
Itulah Sejarah Kantor Wali kota Palembang. (MG/CC Sriyani Putri)
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.
Berita Terkait
Berita Terkini


Terpopuler
- 1Penyaluran Bansos Tahap 4 Oktober 2026 Segera Berakhir, Cek Tanda Bantuan Siap Cair
- 2Dokter Muda di Palembang Laporkan Dugaan Penganiayaan oleh Mertua, Leher Dicekik hingga HP Dibanting
- 3Pencairan Bansos PKH BPNT Tahap 4 Oktober 2026 Segera Berakhir, Bagaimana BLT Kesra?
- 4Hari Ini 28 Oktober 2026 Libur atau Tidak? Cek Ketentuan SKB 3 Menteri
- 5Harga Emas Perhiasan Palembang Turun Tipis Hari Ini, Cek Rincian Terbarunya
- 6Sumsel United Curi Poin di Menit Akhir, Nasuha Siapkan Evaluasi Jelang Hadapi Semen Padang
- 7PLN Palembang Jadwalkan Pemadaman Listrik 2,5 Jam Siang Ini, Cek Lokasi Terdampaknya
- 8Link dan Panduan Cek Desil Bansos Online Oktober 2026, Cukup Pakai HP Bisa dari Mana Saja
- 9Lindungi Warga dari Asap Karhutla, Puskesmas di Sumsel Diminta Buka 24 Jam
- 105.303 Jemaah Haji Debarkasi Palembang Sudah Kembali, Empat Kloter Masih Ditunggu







