Dua Hari Menahan Lapar dan Haus, Cristiano Ronaldo Puasa

AKURAT.CO SUMSEL Megabintang sepak bola dunia, Cristiano Ronaldo, kembali menjadi sorotan. Bukan karena gol atau selebrasinya, melainkan karena sikapnya selama berkarier di Arab Saudi.
Penyerang yang kini membela Al-Nassr itu dikabarkan sempat mencoba menjalani puasa Ramadan meski dirinya bukan seorang Muslim. Informasi tersebut diungkap mantan rekan setimnya, Shaye Sharahili, dalam sebuah perbincangan di podcast Thmanyah Sports.
Menurut Sharahili, Ronaldo berpuasa selama dua hari pada Ramadan tahun lalu. Tujuannya bukan untuk berpindah keyakinan, melainkan sebagai bentuk pengalaman pribadi dan rasa ingin tahu.
“Ia ingin merasakan bagaimana umat Muslim menjalani puasa, menahan lapar dan haus sepanjang hari,” ungkap Sharahili.
Sejak bergabung dengan Al-Nassr dan bermain di Liga Arab Saudi, Ronaldo memang menunjukkan sikap adaptif terhadap budaya setempat. Keputusannya mencoba berpuasa disebut sebagai bagian dari upaya memahami tradisi dan kehidupan masyarakat di negara tempatnya berkarier.
Baca Juga: Duduk Perkara Kontroversi Alumni LPDP Mangkir hingga Estimasi Besaran Dana yang Harus Dikembalikan
Sebagai atlet profesional dengan jadwal latihan dan pertandingan yang padat, menjalani puasa tentu bukan hal mudah. Namun, langkah tersebut dinilai sebagai bentuk empati sekaligus penghormatan terhadap rekan-rekan setimnya yang menjalankan ibadah Ramadan.
Tak hanya itu, Ronaldo juga beberapa kali menyampaikan ucapan selamat Ramadan kepada para penggemarnya. Melalui media sosial, ia pernah mengungkapkan sapaan “Ramadan Kareem”, yang mendapat respons positif dari warganet.
Sikap Ronaldo ini memperlihatkan sisi lain dari seorang bintang dunia yang dikenal kompetitif di lapangan. Di luar pertandingan, ia menunjukkan keterbukaan terhadap perbedaan budaya dan keyakinan.
Di tengah sorotan publik terhadap kiprahnya bersama Al-Nassr, tindakan sederhana seperti mencoba berpuasa justru menghadirkan pesan kuat tentang toleransi dan saling menghargai.
Langkah tersebut mungkin hanya berlangsung dua hari, tetapi dampaknya cukup besar dalam membangun citra positif serta mempererat hubungan dengan penggemar dan masyarakat Arab Saudi.
Bagi banyak orang, ini menjadi bukti bahwa olahraga bukan hanya soal prestasi, melainkan juga tentang bagaimana seorang atlet berinteraksi dan menghormati lingkungan tempat ia berada.
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.









