Sumsel

Wientor Rah Mada Suarakan Penolakan TEMU: Satu Kata Tolak!

Deni Hermawan | 10 Juni 2024, 16:00 WIB
Wientor Rah Mada Suarakan Penolakan TEMU: Satu Kata Tolak!

AKURAT.CO SUMSEL Setelah sukses menggelar pameran produk China di Jakarta, ancaman baru bagi Usaha Mikro, Kecil, dan Menengah (UMKM) lokal muncul dengan hadirnya aplikasi e-commerce TEMU.

TEMU merupakan anak perusahaan dari raksasa e-commerce China, Pinduoduo yang menawarkan model bisnis Manufacture to Customer (M2C) yang menjanjikan harga pabrik langsung dari China dan ongkos kirim gratis.

Model bisnis TEMU ini diprediksi mampu menarik konsumen yang mencari harga murah, namun di sisi lain, menimbulkan kekhawatiran terhadap keberlangsungan UMKM di Indonesia.

Wientor Rah Mada, Direktur Bisnis dan Pemasaran Smesco Indonesia, melalui akun Instagram pribadinya (@wrahmada) mengunggah sebuah video yang membahas ancaman TEMU terhadap UMKM Indonesia.

Dalam video yang diunggah pada Senin (10/6/2024), Wientor menyampaikan keprihatinannya terkait kabar bahwa TEMU sedang mengajukan izin untuk beroperasi di Indonesia.

"Dengan isunya bahwa TEMU sedang mengajukan izin untuk bisa beroperasi di Indonesia, ini membuat saya sangat concern. Karena lagi-lagi, kalau barang-barang impor itu bisa masuk sangat murah ke Indonesia, UMKM kita tidak akan pernah bisa bersaing," ungkapnya.

Meskipun telah ada Peraturan Menteri Perdagangan (Permendag) Nomor 31 Tahun 2023 yang mengatur importasi barang di e-commerce, Wientor Rah Mada mengaku khawatir terhadap nasib UMKM lokal di masa depan.

Baca Juga: Huawei MatePad SE 11 Hadir dengan Layar Besar dan Performa Tangguh, Ini Spesifikasinya

Ia membandingkan situasi ini dengan kasus TikTok Shop, di mana produk impor murah membuat UMKM Indonesia sulit bersaing.

"Teman-teman pasti masih ingat kasus TikTok Shop kemarin ada barang impor bal-balan yang dijual, jilbab misalnya dijual cuma Rp5 ribu, kaos dijual cuma Rp20 ribu, atau kosmetik yang Rp10 ribu atau Rp20 ribuan. Ini jelas tidak akan bisa compete produk lokal kita dengan produk-produk yang seperti ini," jelasnya.

Dalam caption unggahannya, Wientor menyerukan penolakan terhadap masuknya TEMU ke Indonesia.

"Satu kata: TOLAK! Produk lokal harus berjaya di negeri ini!," tulisnya.

Dengan berbagai tantangan yang dihadapi UMKM pasca pandemi, masuknya aplikasi TEMU dikhawatirkan akan memperburuk situasi.

Dukungan dan kebijakan yang memihak kepada produk lokal sangat dibutuhkan untuk melindungi dan mengembangkan UMKM di Indonesia.

Sebagai informasi, Wientor Rah Mada merupakan Direktur Bisnis dan Pemasaran Smesco Indonesia, sebuah lembaga di bawah naungan Kementerian Koperasi dan UKM.

Ia kerap menyuarakan pentingnya melindungi UMKM dari ancaman produk impor, terutama yang dijual melalui platform e-commerce dan social commerce, yang dapat mengancam kelangsungan bisnis UMKM lokal. (Kurnia)

Bagikan:
  • Share to WhatsApp
  • Share to X (Twitter)
  • Share to Facebook

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.

D
H
Editor
Hermanto