Sumsel

Perjalanan Isra Mikraj: Ketika Salat Lima Waktu Diwahyukan

Maman Suparman | 27 Januari 2025, 09:13 WIB
Perjalanan Isra Mikraj: Ketika Salat Lima Waktu Diwahyukan

AKURAT.CO SUMSEL Isra Mikraj menjadi salah satu peristiwa paling monumental dalam sejarah Islam.

Perjalanan luar biasa yang dialami Nabi Muhammad SAW ini tidak hanya menjadi tonggak keimanan umat Muslim, tetapi juga menyampaikan pesan mendalam tentang hubungan manusia dengan Sang Pencipta.

Isra Mikraj terjadi pada malam 27 Rajab, sekitar tahun kesepuluh kenabian, sebelum Nabi Muhammad SAW hijrah ke Madinah.

Meski Al-Qur'an tidak menyebut tanggal pastinya, berbagai hadis dan tradisi Islam mencatatnya sebagai mukjizat besar yang menegaskan kenabian Rasulullah.

Isra: Perjalanan dari Masjidil Haram ke Masjidil Aqsa*

Perjalanan dimulai ketika Nabi Muhammad SAW sedang beristirahat di dekat Ka'bah. Malaikat Jibril datang membawa buraq, makhluk putih berkecepatan luar biasa, sebagai tunggangan Nabi. Dalam sekejap, Nabi Muhammad SAW tiba di Masjidil Aqsa, Yerusalem.

Di tempat suci ini, Nabi melaksanakan salat dua rakaat bersama para nabi terdahulu, seperti Nabi Ibrahim, Nabi Musa, dan Nabi Isa. Momen ini menjadi simbol persatuan ajaran tauhid yang dibawa para nabi Allah sejak awal peradaban manusia.

Lebih dari itu, perjalanan Isra juga menegaskan koneksi spiritual tiga agama besar, yaitu Islam, Yahudi, dan Kristen, yang semuanya memiliki akar sejarah dan tempat suci di Yerusalem.

Mikraj: Perjalanan Menuju Sidratul Muntaha

Dari Masjidil Aqsa, Nabi Muhammad SAW melanjutkan perjalanan ke langit, dikenal sebagai Mikraj. Di setiap lapisan langit, Nabi bertemu para nabi lain, mulai dari Nabi Adam di langit pertama hingga Nabi Ibrahim di langit ketujuh.

Puncaknya, Nabi Muhammad SAW mencapai Sidratul Muntaha, tempat tertinggi yang tidak bisa dilewati malaikat Jibril. Di sini, Nabi menerima perintah salat dari Allah SWT. Awalnya, jumlah salat ditetapkan 50 kali sehari. Namun, setelah dialog dengan Nabi Musa, jumlahnya dikurangi menjadi lima waktu dengan pahala setara 50 kali.

Makna Isra Mikraj Bagi Umat Islam

Isra Mikraj memberikan pelajaran penting tentang kedekatan manusia dengan Allah SWT melalui salat. Selain itu, peristiwa ini juga mengingatkan umat Islam untuk menjunjung tinggi persatuan dan keberagaman, serta menjaga hubungan baik dengan sesama manusia.

Perjalanan ini, meski sulit dijelaskan secara logis pada masanya, menjadi bukti keimanan dan mukjizat besar yang hanya diberikan kepada Nabi Muhammad SAW.

Hingga kini, malam Isra Mikraj diperingati umat Islam di seluruh dunia sebagai momen refleksi dan penguatan spiritual. (Kurnia)

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.

M
K
Editor
Kurnia