Sumsel

Harga Komoditas Andalan Merosot, Daya Beli Petani Sumsel Terus Tergerus

Maman Suparman | 2 Agustus 2025, 20:00 WIB
Harga Komoditas Andalan Merosot, Daya Beli Petani Sumsel Terus Tergerus

AKURAT.CO SUMSEL Nilai Tukar Petani (NTP) di Sumatra Selatan kembali mengalami penurunan pada Juli 2025, menandai tren penurunan selama empat bulan berturut-turut. Kondisi ini mengindikasikan makin tergerusnya daya beli petani akibat anjloknya harga sejumlah komoditas andalan.

Kepala Badan Pusat Statistik (BPS) Sumatera Selatan, Moh Wahyu Yulianto, menyampaikan bahwa NTP Juli tercatat sebesar 120,50 atau turun 1,54 persen dibanding bulan sebelumnya. Padahal, NTP sempat menyentuh angka tinggi di 132,94 pada Maret 2025 lalu.

“Grafiknya menunjukkan kecenderungan penurunan yang konsisten sejak April. Artinya, petani menerima pendapatan lebih rendah, sementara pengeluaran mereka terus meningkat,” ujar Wahyu, Sabtu (2/8/2025).

Turunnya NTP dipicu oleh penurunan indeks harga yang diterima petani sebesar 0,90 persen menjadi 153,42. Di sisi lain, indeks harga yang dibayar petani naik 0,64 persen menjadi 127,32. Kenaikan ini mencakup kebutuhan konsumsi rumah tangga maupun biaya produksi dan barang modal.

Baca Juga: Sepeda Motor Jemaah Salat Subuh Raib di Masjid Al Amanah Palembang, Pelaku Terekam CCTV

Penurunan paling signifikan terjadi di subsektor tanaman perkebunan rakyat, yakni turun 2,06 persen.

Penurunan ini banyak dipengaruhi anjloknya harga kopi, kakao, dan kelapa sawit komoditas andalan Sumsel yang selama ini menjadi tumpuan pendapatan petani.

Selain itu, subsektor peternakan turun 1,36 persen, perikanan 0,24 persen, dan budidaya ikan 0,70 persen. Penurunan ini turut dipengaruhi harga sapi potong dan ketela pohon.

“Komoditas seperti kopi dan sawit selama ini menjadi tulang punggung ekonomi desa. Ketika harga jualnya turun, tentu akan berdampak langsung pada kesejahteraan petani,” tambah Wahyu.

 

Bagikan:
  • Share to WhatsApp
  • Share to X (Twitter)
  • Share to Facebook

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.

M
K
Editor
Kurnia