5 Tradisi Unik Bulan Ramadhan di Berbagai Negara, Ada yang Mirip Sama Indonesia

AKURAT. CO SUMSEL - Ramadhan tidak hanya dirayakan oleh umat muslim di Indonesia.
Akan tetapi di seluruh dunia.
Seperti di Indonesia dengan ngabuburit, setiap negara juga memiliki tradisi unik yang hanya akan ditemukan di bulan Ramadhan saja.
Baca Juga: Jadwal Imsakiyah Kota Palembang Selasa 11 Ramadhan 1446 H
1. Mesir dengan Lentera Fanous dan Maweed Al Rahman
Di Mesir, ramadhan identik dengan lentera warna warni yang disebut Fanous.
Awalnya, lentera ini digunakan untuk menerangi jalan bagi para khalifah saat mengunjungi masjid di malam hari.
Baca Juga: Diduga Tipu 7 Warga Palembang dengan Janji Kerja, Oknum Keamanan KONI Sumsel Dilaporkan ke Polisi
Namun kini, tradisi ini telah berkembang selama berabad-abad dan melambangkan harapan, kegembiraan serta cahaya iman yang membimbing umat Islam melewati bulan puasa.
Maweed Al Rahman atau meja rahmat merupakan meja-meja panjang yang dijajarkan di sisi jalanan.
Di atasnya diletakkan berbagai makanan gratis untuk para fakir miskin selama bulan Ramadhan.
Baca Juga: Tidak Ada Kejelasan Uang Ganti Rugi Atas Tanah, Warga Lapor PT KAI Drive III Palembang ke Polisi
2. Penembakan Meriam di Bosnia Herzegovina
Alih-alih pertanda perang, suara dentuman meriam di Bosnia dan Herzegovina justru menjadi tanda waktu berbuka puasa telah tiba.
Tradisi ini telah dilakukan selama berabad-abad secara turun temurun oleh masyarakat muslim setempat.
Baca Juga: Kasus Dugaan Korupsi Pemalsuan Dokumen Surat Tanah, H Alim Resmi Ditahan
Biasanya, warga berkumpul untuk menyaksikan momen ini sambil berpiknik bersama keluarga atau orang-orang tersayang.
3. Azerbaijan dengan Badkat Kisasi
Pada hari Jumat terakhir di bulan ramadhan, para perempuan di negara Azerbaijan akan menjahit sebuah kantong bernama 'Barkat Kisasi' atau 'kantong berkah'.
Baca Juga: Dua Menara Masjid Cheng Ho Palembang, Pesan Islam Tentang Hubungan dengan Allah dan Sesama
Kantong ini nantinya akan diisi uang dan disimpan sampai ramadhan tahun berikutnya.
4. Albania dengan tradisi kumpulnya
Komunitas muslim di Albaina yang berakar sejarah Kekaisaran Ottoman merayakan Ramadhan dengan nyanyian balada tradisional.
Baca Juga: Menjelang Lebaran, Hampers Kue Basah Khas Palembang Kebanjiran Pesanan dari Luar Sumse
Setiap hari mereka akan berkumpul di jalanan sambil memainkan lodra, sebuah drum berbentuk silinder dan berlapis kulit domba atau kambing.
Tradisi ini dipercaya sebagai bagian dari perayaan berbuka puasa.
5. Turki dengan tabuhan Davulcu
Baca Juga: Sumsel Berpotensi Diguyur Hujan Lebat Sepekan ke Depan, BMKG Ingatkan Warga Waspada
Bulan Ramadhan di Turki disambut dengan meriah.
Para penabuh genderang Ramadhan atau Davulcu akan berkeliling kota sebelum fajar tiba untuk membangunkan sahur.
Baca Juga: Ketua TP PKK Palembang Imbau Warga Waspada Arus Pendek, Penyebab Utama Kebakaran
Tradisi ini merupakan salah satu warisan budaya dr zaman Ottoman dan masih dileetarikan hingga kini.
Selain itu, banyak masjid di Turki juga menyeriakan takjil menu buka puasa berupa sup hangat yang diperuntukkan bagi para musafir dan orang-orang yang tidak mampu berbuka puasa.
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.
Berita Terkait
Berita Terkini








