Sumsel

Ditemukan Tergantung di Kamar Mandi, Remaja Palembang Berakhir Tragis di Usia 17 Tahun

Maman Suparman | 16 Desember 2025, 16:43 WIB
Ditemukan Tergantung di Kamar Mandi, Remaja Palembang Berakhir Tragis di Usia 17 Tahun

AKURAT.CO SUMSEL Warga Jalan Jaya 7 Lorong Lematang Serasan 2, Kelurahan 16 Ulu, Kecamatan SU II, Palembang, dikejutkan dengan penemuan jasad seorang remaja perempuan yang mengakhiri hidup dengan cara gantung diri.

Korban, Dahlia Handayani (17), ditemukan tergantung di kayu dinding kamar mandi rumahnya pada Selasa (16/12/2025), sekitar pukul 13.00 WIB.

Penemuan tragis ini pertama kali diketahui oleh sang adik, Hani Ayu Anggraeni. Hani menjadi curiga setelah pintu kamar mandi terkunci rapat dan panggilannya tidak mendapat sahutan.

“Mau ke kamar mandi, tetapi kamar mandi terkunci. Saya panggil-panggil, tidak ada sahutan dari dalam,” ucap Hani, yang kemudian mencoba mengintip.

Kecurigaan Hani berubah menjadi kepanikan saat ia melihat dari celah pintu. "Ternyata setelah dilihat dari sela-sela [pintu], Ayuk sudah tergantung dengan tali sepatu," katanya.

Dalam kepanikan, Hani segera memanggil saudaranya. Mereka bersama-sama mendobrak pintu dan menurunkan korban sebelum memberitahukan peristiwa tersebut kepada orang tua.

Baca Juga: Api Hanguskan Delapan Kios Makanan di Palembang, Polisi Selidiki Penyebab Kebakaran

Tak berselang lama, lokasi kejadian ramai didatangi warga, Ketua RT/RW, dan pihak kepolisian dari Polsek SU II, yang didampingi piket SPKT, Inafis, dan Reskrim Polrestabes Palembang untuk melakukan olah TKP.

Orang tua korban, Rudi Hartono (49), mengaku terkejut dan tidak menyangka putri keempatnya nekat mengakhiri hidup. Rudi memastikan tidak ada masalah internal atau konflik dengan anggota keluarga. Namun, ia mengungkapkan riwayat aneh yang dialami korban.

“Hanya memang korban ini dulu sering kali kesurupan dan pernah diobati,” kata Rudi.

Lebih lanjut, Rudi menyampaikan keterangan dari adik korban bahwa akhir-akhir ini Dahlia sering bertingkah aneh. “Kata adiknya, akhir-akhir ini korban sering mencari pisau untuk mengakhiri hidup dan pernah hendak menusuk adiknya,” ungkap Rudi.

Kapolsek SU II Palembang, Kompol Dedy Ardiansyah, membenarkan adanya peristiwa bunuh diri tersebut. “TKP sudah kami datangi. Dan saksi-saksi sudah kita ambil keterangan,” ujar Dedy, didampingi Pamapta Ipda Ammar.

Meski demikian, pihak kepolisian harus menghormati keputusan keluarga.

“Pihak keluarga menolak untuk dibawa ke RS Bhayangkara Palembang untuk divisum,” tutup Kapolsek. (Deny Wahyudi)

 

Bagikan:
  • Share to WhatsApp
  • Share to X (Twitter)
  • Share to Facebook

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.

M
K
Editor
Kurnia