Sumsel

Disdik OKI Mundurkan Jam MAsuk Sekolah, Enam Kecamatan OKI Rentan Terkena ISPA

Muhammad Husni Mushonifi | 20 Oktober 2023, 18:00 WIB
Disdik OKI Mundurkan Jam MAsuk Sekolah, Enam Kecamatan OKI Rentan Terkena ISPA

AKURAT.CO SUMSEL Dampak dari Kebakaran Hutan dan Lahan (Karhutla) yang terjadi, Pemerintah Kabupaten Ogan Komering Ilir (OKI), Sumatera Selatan (Sumsel) mengambil kebijakan untuk memperlambat jam belajar siswa TK hingga SMP.

Dinas Pendidikan dan Kebudayaan (Disdik) OKI mengambil kebijakan mengundurkan jam masuk dan juga melakukan pengurangan jam belajar 10 menit dengan tidak adanya jam istirahat.

"Kita mengatur jadwalnya, lalu setiap sesi belajar dikurangi sepuluh menit tanpa istirahat atau kegiatan di luar kelas," ujar Kadisdik OKI, Muhammad Refly, Jumat (20/20/2023).

Dia menyatakan bahwa aturan perubahan jam belajar ini diberlakukan sampai pada hari Senin, (23/10/2023). Diperpanjang atau tidak nya akan melihat kondisi udara, jika kondisi udara sudah membaik maka jam belajar sekolah akan kembali normal.

"Ini adalah sebagai upaya pencegahan ISPA untuk guru maupun siswa agar tidak terkena ISPA," ujarnya.

Sementara itu, Kepala Dinas Kesehatan OKI Iwan Setiawan mengucapkan kasus ISPA per tanggal 17 Oktober 2023 di OKI cendrung menurun, Tetapi pada 19 Oktober 2023 mengalami peningkatan.

"Tertinggi ada di Kecamatan Kayuagung, ada enam kecamatan yang mengalami peningkatan kasus ISPA pada hari ini," ungkapnya.

Menurut data Dinkes OKI bahwa enam kecamatan yang rentan terkena ISPA adalah Kayuagung, Pangkalan Lampam, Cengal, Tulung Selapan, Lempuing Jaya, dan Air Sugihan,

Beberapa tindakan yang telah diambil oleh Dinkes OKI termasuk memberikan layanan kesehatan kepada petugas karhutla dan masyarakat di sekitar titik api, serta memberikan masker kepada siswa.

 

Bagikan:
  • Share to WhatsApp
  • Share to X (Twitter)
  • Share to Facebook

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.