Remaja Suka Suplemen Protein, Tapi Apakah Itu Benar-benar Diperlukan?

AKURAT.CO SUMSEL Kebutuhan protein yang tepat untuk remaja sering kali menjadi perhatian orang tua.
Menurut Direktur Jajak Pendapat Mott, Sarah Clark, kebutuhan protein pada anak-anak dan remaja bervariasi tergantung pada usia, jenis kelamin, berat badan, dan tingkat aktivitas mereka.
Menentukan jumlah protein yang ideal bisa menjadi tantangan bagi sebagian orang tua, terutama bagi mereka yang ingin memastikan anak-anaknya mendapatkan asupan yang cukup.
Sarah Clark menyarankan agar orang tua menyediakan setidaknya satu sumber protein di setiap waktu makan. Beberapa pilihan makanan kaya protein yang bisa dikonsumsi remaja meliputi telur, kacang-kacangan, ikan, daging tanpa lemak, lentil, dan produk susu.
"Remaja umumnya dapat memperoleh cukup protein melalui pola makan seimbang," ujar Clark.
Baca Juga: Ramalan Zodiak 9 November 2024: Saatnya Libra dan Sagitarius Panen Keuntungan!
Namun, ia juga menyebutkan bahwa dalam situasi tertentu, ketika remaja kesulitan memenuhi kebutuhan protein, orang tua dapat mempertimbangkan protein shake atau protein bar untuk menambah asupan harian mereka.
Menurut survei dari Jajak Pendapat Nasional Rumah Sakit Anak C.S. Mott, dua dari lima orang tua melaporkan bahwa anak remaja mereka sudah mengonsumsi suplemen protein, baik dalam bentuk bar, shake, maupun bubuk protein.
Suplemen ini seringkali dipilih oleh remaja yang ingin membentuk otot atau meningkatkan energi untuk aktivitas fisik. Namun, para ahli mengingatkan agar penggunaan suplemen tidak berlebihan dan tetap memperhatikan asupan makanan alami yang seimbang.
Penting bagi orang tua untuk terus memantau kebutuhan nutrisi remaja dan mendorong kebiasaan makan yang sehat. Dengan panduan yang tepat, remaja bisa mendapatkan cukup protein tanpa harus bergantung pada suplemen. (Kurnia)
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.









