Sumsel

Ramadan Tiba, Program Makan Bergizi Gratis Diubah Jadi Menu Berbuka hingga Makanan Tahan Lama

Maman Suparman | 7 Februari 2026, 20:00 WIB
Ramadan Tiba, Program Makan Bergizi Gratis Diubah Jadi Menu Berbuka hingga Makanan Tahan Lama

AKURAT.CO SUMSEL Badan Gizi Nasional (BGN) menyiapkan strategi khusus agar Program Makan Bergizi Gratis (MBG) tetap berjalan selama bulan Ramadan. Penyesuaian dilakukan mulai dari waktu konsumsi hingga jenis makanan, sehingga kebutuhan gizi penerima manfaat tetap terpenuhi tanpa mengganggu ibadah puasa.

Kepala BGN Dadan Hindayana mengatakan, program tersebut tidak dihentikan, melainkan diadaptasi dengan kondisi masyarakat selama Ramadan melalui beberapa mekanisme baru.

“Program makan bergizi akan tetap berlanjut. Kami menyiapkan empat mekanisme agar pelaksanaannya tetap optimal selama Ramadan,” ujar Dadan kepada wartawan di Masjid Istiqlal, Jakarta, Sabtu (7/2/2026).

Untuk sekolah di wilayah yang mayoritas siswanya berpuasa, makanan tetap didistribusikan seperti biasa, namun dikemas dalam bentuk yang lebih tahan lama. Dengan demikian, siswa dapat membawa pulang makanan tersebut untuk dikonsumsi saat berbuka.

Baca Juga: 659 Dapur MBG Sudah Beroperasi di Sumsel, Pemerintah Kebut Sisa Target 808 Unit

Sebaliknya, daerah dengan mayoritas siswa tidak menjalankan puasa tidak akan mengalami perubahan. Distribusi makanan maupun waktu konsumsi tetap mengikuti pola normal.

Penyesuaian paling mencolok diterapkan di lingkungan pesantren. Karena dapur layanan gizi berada dalam satu area dengan para santri, proses memasak dilakukan pada siang hari, sementara makanan baru dikonsumsi saat waktu berbuka tiba.

BGN bahkan berencana menguji skema ini di salah satu pesantren di Bandung dalam waktu dekat, yang akan dirangkaikan dengan kegiatan buka puasa bersama sebagai bagian dari evaluasi awal program.

Selain fokus pada Ramadan, BGN juga tengah memperluas cakupan Program MBG dengan menggandeng Kementerian Sosial. Integrasi tersebut ditujukan agar program pemenuhan gizi nasional dapat menjangkau kelompok rentan, termasuk lansia dan penyandang disabilitas.

Langkah adaptif ini diharapkan membuat program tetap relevan dalam berbagai situasi, sekaligus memastikan upaya peningkatan gizi masyarakat berjalan konsisten sepanjang tahun.

Bagikan:
  • Share to WhatsApp
  • Share to X (Twitter)
  • Share to Facebook

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.

M
K
Editor
Kurnia