Sumsel

Ngerinya Dampak Karhutla Kalimantan: Ratusan Sekolah di Malaysia Ditutup, Aktivitas Penerbangan Lumpuh

Septiyanti Dwi Cahyani | 21 Agustus 2026, 16:44 WIB
Ngerinya Dampak Karhutla Kalimantan: Ratusan Sekolah di Malaysia Ditutup, Aktivitas Penerbangan Lumpuh
Ilustrasi. (iStock)

AKURAT. CO SUMSEL - Kebakaran hutan dan lahan (Karhutla) yang terjadi di Kalimantan tak hanya memicu kabut asap tebal yang memperburuk kualitas udara ke level berbahaya.

Tetapi juga meluas ke negara tetangga.

Seluruh penerbangan di Bandara Singkawang, Kalimantan Barat juga dibatalkan pada Jumat (21/8/2026) akibat kabut asap yang membuat jarak pandang di sekitar bandara di bawah ambang batas persyaratan penerbangan.

Baca Juga: 3 Pelajar Jadi Tersangka Kekerasan, Disdik Sumsel Belum Sanksi Sekolah

Berikut rangkuman berita dampak karhutla di Kalimantan yang dihimpun dari berbagai sumber:

1. Aktivitas Penerbangan di Bandara Singkawang Lumpuh

Seluruh jadwal penerbangan di Bandara Singkawang, Kalimantan Barat pada hari ini terpaksa dibatalkan akibat kabut asap tebal imbas karhutla.

Kepala Satuan Pelayanan Bandara Singkawang Ilham Hafizi mengatakan, pembatalan dilakukan karena kondisi kabut asap dalam beberapa hari terakhir terus memburuk.

Baca Juga: Kapolrestabes Palembang Sebut Pelaku Begal Ditangkap di Kawasan Lemabang

Maskapai Super Air Jet bahkan telah membatalkan penerbangan hingga 23 Agustus 2026, sedangkan TransNusa melakukan pembatalan berdasarkan kondisi setiap hari.

Operasional penerbangan akan kembali dilakukan setelah kondisi di sekitar bandara dinilai aman.

Pihak Bandara Singkawang bersama Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) dan instansi terkait terus memantau cuaca, kualitas udara, dan jarak pandang sebagai dasar penentuan kelayakan penerbangan.

Calon penumpang yang terdampak diminta memeriksa kembali informasi penerbangan melalui maskapai masing-masing.

Baca Juga: Kekerasan Pelajar di Palembang Picu Rencana Aksi Balasan, 3 Orang Jadi Tersangka

2. Dampak Karhutla Meluas ke Negara Tetangga

Ngerinya dampak karhutla di Kalimantan tak hanya dirasakan oleh masyarakat sekitar.

Asap akibat karhutla yang terjadi berpotensi meluas hingga mengganggu kualitas udara di negara tetangga.

Bahkan ratusan sekolah di Malaysia ditutup sementara.

Baca Juga: Update Terbaru Harga Emas Perhiasan Palembang Jelang Akhir Pekan Jumat 21 Agustus 2026

Penutupan imbas dampak kabut asap karhutla di Kalimantan.

Media Malaysia Bernama pada Kamis (20/8/2026) melaporkan 108 sekolah di wilayah Serian, Serawak, Malaysia ditutup sementara.

Indeks Pencemaran Udara (API) di kawasan itu melebihi ambang batas polusi.

Baca Juga: IHSG Sesi I Naik 0,52% ke 6.535,5, Investor Cermati Data Ekonomi dan The Fed

Pembelajaran dan Pengajaran Berbasis Rumah (PdPR) pun diterapkan.

Pembelajaran di rumah dilakukan agar aktivitas belajar siswa tidak terganggu.

3. Penyebab Karhutla

Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) mengungkap penyebab kemunculan titik-titik karhutla.

Baca Juga: 3 Drakor yang Siap Tayang September 2026, Ada Hyun Bin hingga Son Ye Jin

Titik karhutla terjadi salah satunya karena kondisi iklim yang begitu kering efek dari El Niño.

Kondisi iklim kering ini lantas membuat lahan mudah dibakar dan menimbulkan banyak asap.

Sementara itu, berdasarkan hasil monitoring pada Dasarian I Agustus 2026 menunjukkan indeks IOD dasarian (indeks bulanan) sebesar +0.457 (Juli: +0.242).

Adapun nilai SSTA di region Nino3.4 secara dasarian (ENSO bulanan) adalah sebesar +2.77 (Juli: +2.20), yang menunjukkan El Nino dengan intensitas sangat kuat.

Baca Juga: 7 Obat Jerawat yang Sering Dicari di Apotek, Kenali Kandungannya Sebelum Pakai

Titik Panas Karhutla Kalimantan Meningkat

Sebelumnya, Kementerian Kehutanan (Kemenhut) mencatat peningkatan titik panas atau hotspot akibat kebakaran hutan di Kalimantan.

Hotspot meningkat empat kali lipat dalam sehari.

Pada 17 Agustus 2026 pukul 07.00 WIB, menurut data Kemenhut, terdapat 93 hotspot berkepercayaan tinggi di Kalimantan Barat, 28 hotspot di Kalimantan Tengah, dan dua hotspot di Kalimantan Selatan.

Baca Juga: 7 Pelajaran dari Ayah tentang Pria yang Layak Mendampingi Putrinya

Jumlah keseluruhan di ketiga provinsi tersebut mencapai 123 titik.

Pada 18 Agustus 2026 pukul 07.00 WIB, hotspot di Kalimantan Barat turun menjadi 15 titik.

Sementara, Kalimantan Tengah meningkat menjadi 73 titik dan Kalimantan Selatan menjadi 21 titik.

Baca Juga: Perkiraan Tanggal Rilis iPhone 18 Pro, iPhone 18 Pro Max dan iPhone Ultra

Jumlah keseluruhan hotspot berkepercayaan tinggi pada hari tersebut mencapai 109 titik.

Peningkatan hotspot secara signifikan terdeteksi pada 19 Agustus 2026 pukul 07.00 WIB.

Kemenhut mencatat ada 259 hotspot berkepercayaan tinggi di Kalimantan Barat, Kalimantan Tengah 242 hotspot, dan Kalimantan Selatan 17 hotspot. (*)

Bagikan:
  • Share to WhatsApp
  • Share to X (Twitter)
  • Share to Facebook

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.