Sumsel

7 Obat Jerawat yang Sering Dicari di Apotek, Kenali Kandungannya Sebelum Pakai

Kurnia | 21 Agustus 2026, 11:00 WIB
7 Obat Jerawat yang Sering Dicari di Apotek, Kenali Kandungannya Sebelum Pakai
Ilustrasi.

AKURAT.CO SUMSEL Jerawat bisa muncul ketika sedang tidak diinginkan. Satu bintik di wajah saja kadang sudah cukup mengganggu penampilan dan membuat kepercayaan diri menurun.

Penyebabnya pun beragam, mulai dari produksi minyak berlebih, pori-pori tersumbat, bakteri, perubahan hormon, hingga penggunaan produk yang kurang cocok.

Karena itu, memilih obat jerawat sebaiknya tidak hanya berdasarkan merek, tetapi juga melihat kandungan aktif dan kondisi kulit.

Sejumlah bahan aktif memang umum digunakan untuk membantu mengatasi jerawat.

American Academy of Dermatology (AAD) merekomendasikan beberapa bahan seperti benzoyl peroxide, retinoid, salicylic acid, dan azelaic acid dalam penanganan jerawat.

Berikut tujuh produk obat jerawat yang dikenal dan dapat menjadi pilihan untuk dipertimbangkan.

1. Acne Feldin

Acne Feldin dikenal sebagai salah satu obat jerawat yang mengandung sulfur. Kandungan tersebut dapat membantu merawat kulit yang mengalami masalah jerawat.

Jika ingin menggunakannya, perhatikan petunjuk pada kemasan dan kondisi kulit. Produk berbahan sulfur pada sebagian orang dapat menyebabkan kulit menjadi lebih kering atau mengalami iritasi.

2. Medi-Klin

Medi-Klin merupakan obat jerawat yang mengandung clindamycin, yaitu antibiotik topikal yang digunakan untuk membantu mengurangi bakteri dan peradangan pada jerawat.

Ada pula varian yang mengombinasikan clindamycin dengan tretinoin. Karena mengandung antibiotik dan retinoid, penggunaannya sebaiknya mengikuti petunjuk dokter atau tenaga kesehatan.

AAD menyarankan antibiotik topikal untuk jerawat digunakan bersama benzoyl peroxide dalam kondisi tertentu untuk membantu mengurangi risiko resistensi antibiotik.

3. Verile Acne Gel

Verile Acne Gel termasuk produk yang cukup dikenal untuk membantu merawat kulit berjerawat. Kandungan yang digunakan antara lain salicylic acid.

Baca Juga: Beasiswa Unggulan 2026 Resmi Dibuka, Cek Syarat, Jadwal dan Tata Cara Pendaftarannya

Salicylic acid bekerja dengan membantu membuka pori-pori yang tersumbat dan mengangkat sel kulit mati. Bahan ini juga menjadi salah satu pilihan yang direkomendasikan dalam penanganan jerawat, terutama untuk komedo dan jerawat ringan.

4. Benzolac

Benzolac menggunakan benzoyl peroxide, salah satu bahan aktif yang banyak digunakan untuk mengatasi jerawat.

Benzoyl peroxide membantu mengurangi bakteri penyebab jerawat sekaligus memiliki efek antiinflamasi. Namun, bahan ini dapat menyebabkan kulit kering, kemerahan, atau mengelupas pada sebagian orang.

Karena itu, jangan mengoleskan produk secara berlebihan dengan harapan jerawat akan lebih cepat hilang.

5. Vitacid

Vitacid mengandung tretinoin, yang termasuk golongan retinoid. Retinoid bekerja membantu mencegah penyumbatan pori dan dapat digunakan dalam penanganan beberapa jenis jerawat.

Namun, tretinoin bukan bahan yang sebaiknya digunakan sembarangan. Kulit dapat mengalami iritasi, kemerahan, atau rasa perih, terutama pada awal penggunaan.

Penggunaan retinoid juga perlu mendapat perhatian khusus pada kehamilan. NHS menyebut retinoid topikal seperti tretinoin dan adapalene tidak cocok digunakan selama kehamilan karena adanya risiko terhadap janin.

6. Acnol Lotion for Acne

Acnol Lotion for Acne merupakan salah satu produk yang ditujukan untuk membantu merawat kulit berjerawat. Kandungannya antara lain sulfur dan zinc oxide.

Seperti produk jerawat lainnya, penggunaannya perlu disesuaikan dengan kondisi kulit. Jika muncul rasa terbakar, iritasi berat, atau reaksi yang tidak biasa, sebaiknya hentikan penggunaan dan konsultasikan dengan tenaga kesehatan.

7. Cindala Gel

Cindala Gel mengandung clindamycin, antibiotik yang digunakan secara topikal untuk membantu menangani jerawat tertentu.

Karena termasuk antibiotik, produk seperti ini tidak sebaiknya digunakan terus-menerus tanpa arahan. Penggunaan antibiotik yang tidak tepat dapat meningkatkan risiko resistensi. NHS juga menjelaskan bahwa antibiotik topikal untuk jerawat umumnya digunakan dalam periode terbatas.

Jangan Asal Pilih Obat Jerawat

Mencari obat jerawat di apotek memang mudah, tetapi bukan berarti semua produk cocok untuk setiap orang. Kandungan seperti benzoyl peroxide, salicylic acid, dan retinoid memiliki fungsi berbeda dan juga dapat menimbulkan iritasi pada kulit tertentu.

Selain itu, hasil perawatan tidak selalu terlihat dalam semalam. Beberapa terapi jerawat membutuhkan waktu beberapa minggu sebelum menunjukkan perbaikan.

Untuk membantu mengurangi iritasi, penggunaan pelembap yang sesuai juga dapat dipertimbangkan. AAD menyebut pelembap dapat membantu kulit lebih mampu menoleransi beberapa obat jerawat yang berpotensi menyebabkan kulit kering.

Jika jerawat terasa sangat sakit, muncul dalam jumlah banyak, meninggalkan atau berisiko meninggalkan bekas luka, atau tidak membaik setelah menggunakan produk dari apotek, sebaiknya periksakan ke dokter kulit.

Baca Juga: MagangHub Batch 2 2026 Dibuka September, Ini Jadwal, Syarat, dan Cara Daftarnya

Nama produk dan kandungan dapat berubah sesuai formulasi atau varian. Selalu cek label kemasan dan aturan pakai terbaru sebelum menggunakan obat jerawat.

Bagikan:
  • Share to WhatsApp
  • Share to X (Twitter)
  • Share to Facebook

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.

K
Reporter
Kurnia
K
Editor
Kurnia